Polisi dan Tentara Bogor Teken Janji Kompak Amankan Pemilu

Kompas.com - 13/02/2009, 16:40 WIB

BOGOR, JUMAT — Kepala Kepolisian Wilayah Bogor Komisaris Besar Andayono dan Komandan Komando Resor Militer 061/Suryakancana Kolonel (Inf) Agus Sutomo, Jumat (13/2), menandatangani komitmen kebersamaan dalam pengamanan pemilihan umum legislatif dan pemilu presiden mendatang. 

Penandatanganan dilaksanakan di Aula Balai Kencana Korem 061/SK dalam acara Rapat Koordinasi Pengamanan Pemilu 2008-2009 TNI dan Polri se-Wilayah Bogor.

Komisaris Besar Andayono mengatakan, komitmen tersebut tidak lain untuk lebih mempererat persatuan dan persaudaraan yang telah ada, dengan tujuan menyukseskan pesta demokrasi rakyat. "Jajaran di kedua belah pihak harus sama-sama melakukan cipta kondisi agar suasana di dalam masyarakat dan wilayah Bogor menjadi lebih sejuk, aman, dan damai," katanya.

“Kegiatan koordinasi wilayah dilakukan karena kami menghadapi tugas mulia mengamankan pelaksanaan demokrasi rakyat. Kami harus menyamakan persepsi dan menyatukan langkah di lapangan agar pesta demokrasi rakyat berjalan lancar dan sukses,” kata Agus kepada para peserta rapat koordinasi tersebut.

Peserta rapat sekitar 200 orang perwira polisi dan tentara, yakni empat komandan kodim, lima kepala polres, para komandan koramil, para komandan polsek, dan perwira pejabat lainnya di lingkungan Polwil Bogor, Korem 061/S, polres, serta kodim. Hadir pula Aqua Dwipayana, ahli ilmu  komunikasi, yang memberi kuliah singkat tentang perlunya para komandan polisi dan tentara itu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan pers. 

Aqua Dwipayana mengingatkan, Pemilu 2009 lebih berat dibandingkan Pemilu 2004. Sebab, selain parpol peserta pemilu banyak (38 papol), juga dilaksanakan saat  “tsunami ekonomi” yang akan mem-PHK sekitar dua juta pekerja.

“Sukses pelaksanaan pemilu saat ini sepenuhnya ada di tangan TNI dan Polri. Untuk itu, terapkanlah tindakan adil dan netral. Suksesnya pemilu bergantung pada TNI dan Polri bagaimana mengomunikasikan informasi di kalangan internal Polri dan TNI. Sekecil apapun informasi, jangan disepelekan,” katanya.

Satu polisi tujuh TPS

Situasi keamanan wilayah Bogor saat ini dan rencana pelaksanaan pengamanan pemilu dipaparkan oleh Kepala Bagian Operasi Polwil Bogor AKBP Anwar, Kepala Seksi Operasi Korem 061/SK Letkol (Inf) Suswatio, dan Kepala Seksi Intelijen Korem 061/SK Letkol (Inf) Sunoto. Wilayah hukum atau teritorial Polwil Bogor dan Korem 061/SK adalah Kota dan Kabupaten Bogor, Kota dan Kabupaten Sukabumi, serta Kabupaten Cianjur.

Anwar antara lain mengungkapkan, tingkat kriminalitas, kecelakaan lalu lintas, dan pelanggaran dari tahun ke tahun sejak 2004 cenderung meningkat. Hal ini seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan kompleksitas persoalan serta aktivitas di masyarakat.

Akan tetapi, untuk masalah yang berkaitan dengan pelanggaran atau tidak pidana pemilu, di wilayah Bogor saat berlangsungnya Pilkada Gubernur Jawa Barat relatif kecil. Bahkan pelanggaran saat Pilpres 2004 hanya ada satu kasus.

Ia juga mengungkapkan, personel polisi saat ini ada 5.468 orang. Dengan jumlah itu, seorang polisi diperkirakan harus mengawasi 7 sampai 8 lokasi/tempat pemungutan suara (TPS), sedangkan Letkol Suswatio mengungkapkan, ada 1.000 personel tentara yang disiapkan untuk membantu Polwil Bogor.

“Secara teknis pengamanan, mereka sudah tahu dan paham yang diamankan adalah masyarakat dan saudara sendiri, bukan musuh. Di lapangan mereka bertindak atau bekerja di bawah tanggung jawab Polri karena mereka di-BKO-kan (bawah koordinasikan) ke Polri. Mereka baru bertindak atas permintaan dan perintah Polri,” katanya.

Baik Anwar maupun Suswatio memastikan bahwa setiap personel polisi dan tentara telah diberi buku panduan tata cara pelaksanaan pengamanan pemilu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau