JAKARTA, JUMAT — Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton yang dijadwalkan berkunjung ke Indonesia, Rabu (18/2), mendatang akan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta. Salah satu topik pembicaraan di antaranya masalah proposal perdamaian Palestina.
"Saya kira itu akan menjadi bagian dari pembicaraan Presiden. Memang, belum banyak yang bisa saya beberkan di sini. Namun, memang, peluang ke arah perdamaian sudah ada," tandas Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal menjawab pers, seusai mendampingi Cameron Hume bertemu dengan Presiden Yudhoyono di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, Jumat (13/2). Dalam pertemuan tersebut, hadir Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda.
Proposal perdamaian Palestina muncul pada pertemuan Wakil Presiden Joe Biden dengan Wapres Muhammad Jusuf Kalla saat bertemu di Gedung Putih, Washington DC, AS, pekan lalu. Wapres Kalla pernah menyatakan akan memanggil Duta Besar RI untuk AS, Sudjadnam Parnohadiningrat, ke Indonesia untuk membahas isi proposal perdamaian tersebut.
Menurut Dino, peluang perdamaian Palestina cukup besar sejalan dengan perubahan pemerintahan di Israel menyusul adanya pemilu yang baru dilakukan. Peluang lainnya adalah adanya perubahan Pemerintah AS yang dipimpin Presiden Barack Obama. "Meskipun masih labil, akan tetapi perdamaian dengan adanya gencatan senjata sudah dibangun," tambah Dino.
Untuk merealisasikan perdamaian tersebut, lanjut Dino, gencatan senjata harus diperkuat dan dimantapkan kembali. Perdamaian secara internal di Palestina pun harus diwujudkan, yaitu antara Fatah dan Hamas. "Palestina tidak akan berdiri selama keduanya masih gontok-gontokan," ujar Dino lagi.
Dikatakan Dino, masalah lain yang harus diwujudkan adalah perundingan perdamaian Palestina-Israel yang selama ini macet. Mungkin format perundingannya harus dimodifikasi agar hal itu bisa berjalan lagi. Sebab, tidak mungkin terwujud perdamaian tanpa harus melalui meja perundingan. "Jadi, momentum itu harus dikembalikan lagi saat adanya peluang baru perdamaian," demikian Dino.
Selain itu, dalam pertemuan dengan Presiden Yudhoyono, Cameron yang baru pulang kampung dari AS menjelaskan adanya perubahan suasana kebatinan yang besar dari Pemerintah AS terhadap Indonesia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang