Citilink Buka Rute Surabaya-Makassar

Kompas.com - 13/02/2009, 20:32 WIB

SURABAYA, JUMAT — Perusahaan penerbangan Citilink optimistis penerbangan perdana Surabaya-Makassar, Minggu (15/2), akan mencapai tingkat keterisian penumpang (load factor) 100 persen dari 170 kursi yang ditawarkan. "Kami yakin target load factor 100 persen akan terisi. Apalagi Makassar memiliki potensi bisnis yang berkembang pesat dan umumnya menjadi destinasi wisata beragam kalangan," kata Kepala Penjualan Citilink Surabaya, Mochamad Helmy, di Surabaya, Jumat (13/2).

Dengan dibukanya rute penerbangan ini, harap dia, Makassar dapat menjadi pusat penerbangan bagi penumpang yang ingin berbisnis di sekitar Makassar, seperti Gorontalo, Manado, dan Kendari. "Bidikan penumpang penerbangan menuju Makassar ini antara lain kalangan pebisnis profesional, mahasiswa, dan keluarga," katanya.

Pengoperasian rute baru ini, menurut Helmy, akan didukung oleh 1 unit pesawat jenis Boeing 737-400 berkapasitas 170 kursi. Frekuensi penerbangan sebanyak satu kali sehari. Jadwal penerbangannya setiap pukul 15.35 WIB dan akan menempuh perjalanan sekitar satu jam 10 menit. Kemudian, berangkat kembali dari Makassar ke Surabaya setiap pukul 18.35 WITA.

"Sejak penerbangan hingga tiga bulan mendatang, kami memberikan tarif promo sekitar Rp 99.000,00++ per kursi atau dihitung secara nett mencapai Rp 150.000 per kursi. Padahal dalam kondisi normal patokan harganya sebesar Rp 250.000-Rp 300.000 per kursi. Namun, saat musim liburan tarifnya bisa mencapai Rp 600.000," katanya.

Dalam pemberlakuan harga promo untuk rute baru ini, lanjut Helmy, kuota penumpang yang menikmati promo tersebut diharapkan tercapai 20 persen dari kapasitas kursi. Sementara sisa 80 persen dari kapasitas kursi itu akan dijual dengan harga normal. "Siapa cepat dia dapat. Hal ini kami terapkan mengingat terbatasnya kuota kursi selama masa promo. Bahkan, selama Februari hingga Maret ini kami membebaskan biaya bagasi maksimal 20 kilogram. Bila beratnya lebih, akan berlaku tarif biasa Rp 5.000 per kg," ujarnya.

Helmy menambahkan, pada hari Minggu itu juga total armada Citilink jenis Boeing 737-400 menjadi tiga unit, dari tahun 2008 tersedia dua unit. Tahun ini diproyeksikan jumlah armada maskapai itu menjadi 10 unit. Melalui penambahan armada tersebut, ia berharap dapat menjangkau kota besar di Indonesia yang belum menjadi tujuan penerbangan sepanjang 2008.

"Misalnya Palangkaraya, Kendari, Manado, Ambon, dan menambah frekuensi terbang rute Surabaya-Jakarta menjadi lima kali sehari dari tahun lalu sebanyak tiga kali sehari," katanya.

Vice President Citilink, Joseph A Saul, menyebutkan, selama tahun 2008 Citilink baru memiliki enam rute penerbangan di antaranya Surabaya-Jakarta, Surabaya-Balikpapan, Surabaya-Banjarmasin, Surabaya-Batam, Surabaya-Ampenan, dan Surabaya-Kupang. "Sejak beroperasi kembali pada 1 September 2008 hingga akhir tahun lalu, maskapai ini telah menerbangkan 100.000 penumpang," katanya Saul.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau