Chelsea Merugi, Pemain Terancam Dijual

Kompas.com - 14/02/2009, 04:52 WIB

LONDON, SABTU — Dalam laporan keuangannya, Jumat (13/3), Chelsea merugi 65,7 juta poundsterling atau lebih dari satu triliun rupiah pada musim lalu. Hampir sepertiga dari nilai kerugian tersebut merupakan pengeluaran untuk kompensasi pemecatan Jose Mourinho dan Avram Grant. Hitungan ini belum termasuk kompensasi untuk Luiz Felipe Scolari, yang dipecat Senin (9/2) lalu atau kondisi keuangan pribadi Abramovic pasca-krisis ekonomi.

Untuk menutup kerugian sekaligus menambal kekurangan biaya operasional, pemilik klub, Roman Abramovich menggelontorkan dana segara 338,8 juta poundsterling atau sekitar 5,5 triliun rupiah untuk menutup kerugian sekaligus menambal kekurangan biaya operasional Chelsea, Juni 2008.

Kebijakan Abramovich itu dinilai sebagai bentuk komitmen terhadap kelangsungan hidup "The Blues". "Kesediaan menutup utang dan mendanai ongkos operasional menunjukkan bahwa komitmen Abramovich kepada klub ini tak perlu diragukan lagi," sanjung Presiden Klub Bruce Beck.

Pernyataan itu merupakan bantahan atas pernyataan manajemen sebelumnya, yang sempat menuduh Abramovich berniat menjual Chelsea karena terus merugi sejak dibeli pada 2003. Direktur Eksekutif Peter Kenyon mencanangkan, Chelsea grafik keuangan Chelsea akan membaik pada musim 2009-2010. "Kami sedang menyiapkan sejumlah kebijakan yang bisa mendukung pencapaian target kami," ungkap Kenyon.

Salah satu kebijakan itu adalah tidak menambah jumlah personel skuad. Bila pelatih ingin mendatangkan pemain baru, maka harus ada pemain lama yang dijual. Upaya ini diharapkan akan mengurangi kenaikan beban anggaran untuk gaji pemain.

"Restrukturisasi klub akan meliputi penjualan pemain, bila pelatih menuntut pembelian pemain baru. Dengan cara ini, selain mengurangi beban transfer, klub juga tidak terbebani dengan penambahan anggaran untuk gaji pemain," tegas Kenyon.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau