LONDON, SABTU — Dalam laporan keuangannya, Jumat (13/3), Chelsea merugi 65,7 juta poundsterling atau lebih dari satu triliun rupiah pada musim lalu. Hampir sepertiga dari nilai kerugian tersebut merupakan pengeluaran untuk kompensasi pemecatan Jose Mourinho dan Avram Grant. Hitungan ini belum termasuk kompensasi untuk Luiz Felipe Scolari, yang dipecat Senin (9/2) lalu atau kondisi keuangan pribadi Abramovic pasca-krisis ekonomi.
Untuk menutup kerugian sekaligus menambal kekurangan biaya operasional, pemilik klub, Roman Abramovich menggelontorkan dana segara 338,8 juta poundsterling atau sekitar 5,5 triliun rupiah untuk menutup kerugian sekaligus menambal kekurangan biaya operasional Chelsea, Juni 2008.
Kebijakan Abramovich itu dinilai sebagai bentuk komitmen terhadap kelangsungan hidup "The Blues". "Kesediaan menutup utang dan mendanai ongkos operasional menunjukkan bahwa komitmen Abramovich kepada klub ini tak perlu diragukan lagi," sanjung Presiden Klub Bruce Beck.
Pernyataan itu merupakan bantahan atas pernyataan manajemen sebelumnya, yang sempat menuduh Abramovich berniat menjual Chelsea karena terus merugi sejak dibeli pada 2003. Direktur Eksekutif Peter Kenyon mencanangkan, Chelsea grafik keuangan Chelsea akan membaik pada musim 2009-2010. "Kami sedang menyiapkan sejumlah kebijakan yang bisa mendukung pencapaian target kami," ungkap Kenyon.
Salah satu kebijakan itu adalah tidak menambah jumlah personel skuad. Bila pelatih ingin mendatangkan pemain baru, maka harus ada pemain lama yang dijual. Upaya ini diharapkan akan mengurangi kenaikan beban anggaran untuk gaji pemain.
"Restrukturisasi klub akan meliputi penjualan pemain, bila pelatih menuntut pembelian pemain baru. Dengan cara ini, selain mengurangi beban transfer, klub juga tidak terbebani dengan penambahan anggaran untuk gaji pemain," tegas Kenyon.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang