Penyertaan Modal PSIS Tidak Tepat

Kompas.com - 14/02/2009, 19:16 WIB

SEMARANG,SABTU-Penyertaan modal klub sepak bola PSIS Semarang yang diajukan Pemerintah Kota Semarang dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah 2009 senilai Rp 20 miliar dinilai tidak tepat. Pasalnya, sebagai klub sepak bola profesional, PSIS semestinya bisa menggalang dana secara mandiri.

Hal itu dikemukakan tokoh sepak bola nasional Ismangoen Notosapoetro dan anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Semarang Ari Purbono dalam diskusi bertajuk Pro-kontra Akuisisi PSIS di Kota Semarang, Jumat (13/2) malam.

PSIS yang kini berubah status menjadi badan usaha di bawah manajemen PT Mahesa Jenar rencananya akan diakuisisi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dengan adanya penyertaan modal tersebut.

"Seberapa persen sih penduduk Kota Semarang yang menyukai sepak bola. Tidak adil apabila Pemkot Semarang berani mengucurkan dana Rp 20 miliar tetapi anggaran untuk perbaikan jalan rusak justru kurang," ujar Ismangoen.

Menurut Ismangoen, ketika manajemen PSIS telah dikelola oleh PT Mahesa Jenar dan berubah menjadi klub sepak bola profesional maka tidak sepatutnya masih mengandalkan dana dari APBD Kota Semarang.

"Penyertaan modal tersebut telah menyalahi akidah bisnis sepak bola. Jika ingin mendapat dana, maka PT Mahesa Jenar perlu menjual sahamnya ke publik bukan ke Pemkot Semarang," ucapnya.

Landasan hukum

Ari Purbono menambahkan, penyertaan modal yang diajukan Pemkot Semarang untuk mendanai PSIS semestinya tidak bisa dilakukan karena tidak memiliki landasan hukum.

Menurut Ari, penyertaan modal sebesar Rp 20 miliar tersebut sangat ironis, mengingat Pemkot Semarang bahkan belum pernah mengajukan penyertaan modal untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Semarang yang landasan hukumnya jelas yaitu, Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 7 Tahun 2006 tentang Penyertaan Modal PDAM.

"Hal ini menunjukkan adanya ketidakadilan anggaran. Pemkot seharusnya mengajukan penyertaan modal untuk PDAM sebesar Rp 100 miliar secara bertahap tetapi belum pernah dilakukan, sementara penyertaan modal untuk PSIS langsung diajukan," ucapnya.

Direktur PT Mahesa Jenar yang juga Manajer PSIS Yoyok Sukawi membantah bahwa PSIS hanya mengandalkan penyertaan modal dari APBD Kota Semarang untuk bisa mengikuti kompetisi Djarum Liga Super Indonesia.

"Sekarang ini kami tetapbisa mengikuti kompetisi walaupun tanpa penyertaan modal meskipun kondisi klub lemah. Dengan adanya dana dari Pemkot Semarang, maka klub bisa berbenah diri," ucapnya.

Sekretaris Daerah Kota Semarang Soemarmo mengakui, Pemkot Semarang tetap mengupayakan adanya dana penyertaan modal dalam APBD 2009 bagi keberlangsungan PSIS.

"Dana itu dibutuhkan agar PSIS sebagai klub kebanggaan masyarakat Kota Semarang bisa tetap eksis di kancah kompetisi sepak bola tanah air," ucapnya.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau