Tiga WNI Ditembak Mati Polisi Malaysia

Kompas.com - 14/02/2009, 20:21 WIB

KUALA LUMPUR,SABTU-Polisi Malaysia menembak mati tiga WNI yang diduga terlibat 11 perampokan di negara bagian Terengganu. Dua lagi tertembak tapi berhasil melarikan diri ke hutan ketika polisi mencoba menggrebek mereka dari sarangnya.

Kepala Bagian Kriminal Kepolisian Terengganu, Mohd Fauzi Abduri, sebagaimana dikutip media massa Malaysia, Sabtu (14/2) menjelaskan, setelah melakukan pengintaian selama beberapa hari, polisi akhirnya melakukan serbuan pada Jumat dinihari sekitar pukul 2.50.

Serbuan itu sempat diketahui para tersangka, lima orang yang dicurigai mencoba lari dengan membawa mobil menembus kepungan sekitar 30 orang polisi. Namun gagal, salah seorang mencoba menyerang polisi dengan parang tapi kemudian dibalas tembakan dan mati di tempat.

Sementara itu, empat tersangka lainnya melarikan diri. Polisi kemudian mengejar dan menurut informasi masyarakat, keempat tersangka ditemui di tepi jalan Shantong, Paka. Polisi kemudian melepaskan tembakan, dua tersangka langsung mati dan dua lainnya tertembak tapi berhasil melarikan diri ke dalam hutan Shantong.

Dalam penggrebekan itu, polisi menemukan sejumlah barang berharga, alat-alat untuk membongkar rumah, parang, handphone dan notebook.

Mereka diduga terlibat dalam pencurian 11 rumah di Marang, Hulu Terengganu, Setiu dan Dungun sejak 5 Januari 2009. Dua pemilik rumah yang merupakan kakak ipar dari salah seorang tersangka ikut ditahan untuk membantu penyidikan.

Polisi yakin dapat menangkap dua tersangka yang lari ke hutan karena keduanya sudah terluka tembak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau