Kepala Dinas Sosial Nyaris Jadi Tersangka Judi

Kompas.com - 14/02/2009, 21:58 WIB

MAUMERE,SABTU-Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sikka, Gregorius Rehi nyaris menjadi tersangka kasus judi kartu ketika dilakukan penggerebekan oleh tim Kepolisian Sektor Kewapante, di sebuah rumah warga di Desa Wairkoja, Kecamatan Kewapante, Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur, Jumat (13/2).     

"Yang bersangkutkan (Gregorius Rehi) pada hari ini pukul 16.00 sudah dilepas dari Polsek Kewapante, sebab waktu penahanannya cuma 1x24 jam. Yang bersangkutan tidak terbukti turut bermain judi," kata Kepala Kepolisian Resor (Polres) Sikka Ajun Komisaris Besar Agus Suryatno, Sabtu (14/2), yang dihubungi dari Ende, Flores.

Tim Polsek Kewapante hari Jumat, pukul 16.00 menggerebek judi kartu di rumah Sirilus Lado (45), pegawai di lingkungan Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka.

Saat pengerebekan dilakukan Gregorius turut bersama empat orang yang sedang bermain judi. Empat orang itu yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka, yakni Sirilus Lado, lalu dua petani, Petrus Gobang (57) dan Alitus Kalinus (47), serta Edmundus Mikael Efendi (45) yang juga PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sikka.   

Menurut Agus, sebenarnya upaya penggerebekan itu sudah beberapa kali dilakukan, tapi selalu gagal, karena pintu selalu dikunci dari dalam.  

"Hari Jumat sore jam empat, begitu Gregorius Rehi masuk ke rumah tersebut langsung kami gerebek. Yang bersangkutan (Gregorius ) sebenarnya ke rumah Sirilus hendak bermain judi. Tapi berhubung Gregorius datang terlambat hanya melihat saja," kata Agus.

Barang bukti yang diamankan tim Polsek Kewapante adalah kartu judi, dan uang tunai Rp 2 juta.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau