Kosmetik dan Obat Berbahaya Beredar Bebas di Bandung

Kompas.com - 15/02/2009, 13:56 WIB

BANDUNG, MINGGU — Berbagai produk kosmetik dan obat-obatan berbahaya marak beredar dan diperdagangkan secara terbuka di berbagai sudut jalan di Bandung dan kota lainnya termasuk di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Banyak terdapat kios yang menyediakan produk kosmetik termasuk untuk pemutih wajah, obat-obatan pelangsing, dan obat-obat kuat seks.

Kios-kios yang menyediakan kosmetik dan obat-obatan rata-rata menggunakan nama-nama China itu memasang plang besar dan mencolok pada sisi kiri-kanan jalan ramai lalu lintas, seperti di Jalan Gatot Subroto, Jalan Kiara Condong, Jalan Lengkong Besar, dan jalan lainnya yang tersebar di Kota Bandung.

Sementara itu, produksi kosmetik yang mengandung bahan kimia jenis Mercuri yaitu "Natural 99" diperdagangkan di stan kosmetik di sebuah mal di Jatinangor, Kabupaten Sumedang.
     
Berdasarkan laporan badan POM Public Warning nomor: KH.00.01.432.6081 1 Agustus 2007 tentang Kosmetik mengandung bahan berbahaya dan zat warna yang dilarang, terdapat Natural 99 dari 26 produk kosmetik berbahaya karena mengandung Mercuri (Hg) dan tidak terdaftar.
     
Produk Natural 99 yang dinyatakan kosmetik berbahaya itu dijual murah di mal Jatinangor yaitu  Rp 10.000 hingga Rp 15.000 per tube.

Menurut salah seorang penjual kosmetik, produk Natural 99  lebih cepat memutihkan wajah. Penjual kosmetik tersebut juga mengatakan bahwa barang tersebut aman dipakai dan dibuat di Indonesia.
     
Selain Natural 99, sejumlah produk kosmetik buatan luar juga dapat ditemukan di tempat tersebut dan bisa jadi banyak tempat lainnya di wilayah Jawa Barat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau