Tokoh-tokoh Golkar Bersatu di Iklan, Belum Tentu Sependapat

Kompas.com - 15/02/2009, 20:01 WIB

JAKARTA, MINGGU - Beberapa hari ini, muncul iklan Partai Golkar di televisi-televisi. Iklan tersebut menggambarkan persatuan di antara tokoh-tokoh Partai Golkar. Padahal, sudah bukan rahasia kalau para tokoh Golkar sedang bersinggungan.

 

Salah satu tokoh Partai Golkar Akbar Tanjung menanggapi ringan tentang penayangan iklan itu. Menurut dia, setiap tokoh partai itu memang memiliki kesamaan dalam memajukan partai. Namun, belum tentu mereka mereka memiliki pendapat yang sama.

 

"Biar masyarakat tahu, tokoh Golkar sebetulnya bersatu. Ada kesamaan dan saya katakan memang dalam kaitan kepentingan perjuangan Golkar, tentu kita semua satu. Tetapi dalam rangka mencapai perjuangan itu, bisa saja ada perbedaan. Itu lah demokrasi," ujar Akbar Tanjung, kepada wartawan di Hotel Sahid Jakarta, Minggu ( 15/2 ).

 

Namun dia menampik iklan tersebut dibuat untuk menutupi selisih paham di antara para tokoh Partai Golkar. Walau ada gambaran seperti itu, lanjutnya, persoalan yang dihadapi internal Golkar hanya perbedaan pendapat dalam proses demokrasi.

 

"Seperti dalam penetapan calon presiden. Saya sudah katakan supaya Golkar bisa melakukan konvensi, kalau tidak, dilakukan dalam mekanisme terbuka yang demokratis dan melibatkan seluruh jajaran partai dari pusat sampai bawah," tuturnya.

 

Akbar menjelaskan tujuan tim pencitraan partai dalam menayangkan iklan tersebut adalah ingin menyampaikan persatuan dalam tubuh partai berlambang pohon beringin itu. Tim, katanya, ingin mengiklankan tokoh-tokoh yang mempunyai kontribusi pembangunan partai di waktu lalu.

 

"Kita semua punya kepentingan supaya golkar mendapat dukungan dan kepercayaan rakyat dalam pemilu 2009 ," kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau