Laporan wartawan Kompas Agnes Rita Sulistyowaty
LIMAPULUH KOTA, SENIN — Harga beras di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, masih tinggi. Stok beras yang ada juga terbatas. Kondisi ini terjadi lantaran panen padi yang terbatas, sementara kebutuhan sangat tinggi.
Beras kualitas terbaik dengan varietas seperti sokan atau sijunjung, harganya mencapai Rp 7.500 per kilogram. Padahal, beras kualitas serupa harganya hanya Rp 6.100-Rp 6.200 per kilogram tiga pekan lalu.
Harga beras kualitas sedang sekarang mencapai Rp 7.000 per kilogram, atau naik sampai Rp 1.500 per kilogram dari harga normal yang berkisar Rp 5.500-Rp 6.000 per kilogram.
Untuk beras kualitas rendah, harga jual kini Rp 6.500 per kilogram. Kenaikan harga beras kualitas rendah tidak terlampau besar, yakni Rp 500 per kilogram. Pada kondisi normal, harga beras jenis ini Rp 6.000 per kilogram.
Uwe, pemilik penggilingan padi Dua Saudara di Tanjung Jati VII Koto, Kecamatan Talago, Senin (16/2), mengatakan, dia biasa menerima sekitar lima ton gabah kering panen (GKP) per hari. Sekarang, pasokan gabah hanya berkisar satu ton setiap hari.
Lantaran pasokan gabah terbatas, Uwe mengaku tidak bisa lagi melayani sebagian pembelian beras, terutama untuk daerah Payakumbuh.
Idon, petani di daerah Limbanang, mengaku mendapatkan harga gabah yang tinggi saat panen kali ini. Kondisi ini menguntungkan petani karena mendapatkan pendapatan yang baik pula.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang