Golkar Ditantang Sampaikan Target Realistis hingga 2014

Kompas.com - 16/02/2009, 15:21 WIB

JAKARTA, SENIN — Partai Golkar ditantang keberaniannya untuk menyampaikan targetnya secara spesifik dan realistis hingga tahun 2014 mendatang. Salah satu panelis pada "Pengusaha Bertanya, Parpol Menjawab", CEO Kompas Gramedia Agung Adi Prasetyo menilai, tak ada parpol yang berani menyampaikan angka-angka secara spesifik, targetnya hingga lima tahun ke depan.

 

"Saya ingin tahu, Partai Golkar berani tidak? Pada akhir 2014 posisinya akan seperti apa, misalnya angka kemiskinan, tingkat pengangguran, dan lain-lain. Untuk lapangan kerja, apa rencana spesifik dan riil Golkar untuk meningkatkan pasar tenaga kerja," kata Agung saat mengajukan pertanyaan pada tim ekonomi Golkar.

 

Menjawab pertanyaan ini, Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla mengatakan, sebelum terjadinya krisis global, ia yakin pada tahun 2010 pertumbuhan ekonomi akan mencapai 8 persen, dan tahun 2014 mencapai pertumbuhan 10 persen.

 

"Sebelum krisis, saya yakin pada 2010-2011 kita akan tumbuh 8 persen, dan 10 persen pada 2014. Karena, apa yang menyulitkan kita adalah besarnya subsidi yang mencapai Rp 250 triliun," kata JK.

 

Upaya menekan angka subsidi, dikatakannya telah dilakukan dengan pengurangan subsidi secara teknologi, baik dalam alokasi subsidi bahan bakar maupun listrik. Namun, JK tak menyebutkan target pertumbuhan ekonomi berapa persen yang bisa dicapai. Sebelumnya, dalam paparan visi misi kebijakan ekonomi Golkar, JK sempat menyebutkan angka pertumbuhan 5 persen dalam situasi krisis dunia saat ini.

 

Mengenai ketersediaan lapangan kerja, JK mengatakan tak bisa berdiri sendiri melainkan harus sejalan dengan pertumbuhan ekonomi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau