JAKARTA, SENIN — Partai Golkar ditantang keberaniannya untuk menyampaikan targetnya secara spesifik dan realistis hingga tahun 2014 mendatang. Salah satu panelis pada "Pengusaha Bertanya, Parpol Menjawab", CEO Kompas Gramedia Agung Adi Prasetyo menilai, tak ada parpol yang berani menyampaikan angka-angka secara spesifik, targetnya hingga lima tahun ke depan.
"Saya ingin tahu, Partai Golkar berani tidak? Pada akhir 2014 posisinya akan seperti apa, misalnya angka kemiskinan, tingkat pengangguran, dan lain-lain. Untuk lapangan kerja, apa rencana spesifik dan riil Golkar untuk meningkatkan pasar tenaga kerja," kata Agung saat mengajukan pertanyaan pada tim ekonomi Golkar.
Menjawab pertanyaan ini, Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla mengatakan, sebelum terjadinya krisis global, ia yakin pada tahun 2010 pertumbuhan ekonomi akan mencapai 8 persen, dan tahun 2014 mencapai pertumbuhan 10 persen.
"Sebelum krisis, saya yakin pada 2010-2011 kita akan tumbuh 8 persen, dan 10 persen pada 2014. Karena, apa yang menyulitkan kita adalah besarnya subsidi yang mencapai Rp 250 triliun," kata JK.
Upaya menekan angka subsidi, dikatakannya telah dilakukan dengan pengurangan subsidi secara teknologi, baik dalam alokasi subsidi bahan bakar maupun listrik. Namun, JK tak menyebutkan target pertumbuhan ekonomi berapa persen yang bisa dicapai. Sebelumnya, dalam paparan visi misi kebijakan ekonomi Golkar, JK sempat menyebutkan angka pertumbuhan 5 persen dalam situasi krisis dunia saat ini.
Mengenai ketersediaan lapangan kerja, JK mengatakan tak bisa berdiri sendiri melainkan harus sejalan dengan pertumbuhan ekonomi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang