JAKARTA, SENIN — Kelompok kerja (pokja) Pesiapan Logistik Pemilu 2009 dari Badan Pengawas pemilu (Bawaslu) menyatakan, sampai saat ini belum ada jaminan atas kesiapan seluruh logistik pemilu tertama surat suara.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum memberikan validasi surat suara yang akan dicetak kepada enam percetakan yang menang tender sehingga surat suara belum bisa mulai dicetak. Selain itu, Bawaslu juga menemukan fakta bahwa order percetakan sejumlah percetakan masih sangat tinggi sehingga dapat mengancam percetakan surat suara tepat waktu.
"Ini sangat mengkhawatirkan mengingat pemilu sebentar lagi dimulai," kata Ketua Pokja Agustiani Tio Fridelira Sitorus saat jumpa pers di Jakarta, Senin (16/2).
Ia mengatakan, dari hasil penelusuran ditemukan ada enam percetakan pemenang tender yang sampai saat ini belum menerima validasi (materi cetakan) dari KPU. Keenam percetakan tersebut adalah PT Wihani Grafindo, CV Ganeca Exact, PT Karya Cipta, PT Ceria Riau Mandiri, PT Temprina Media Grafika, dan PT Pura Barutama.
Selain itu, lanjut Tio, ada masalah menonjol pada tiap percetakan. Ia mencontohkan CV Ganeca Exact yang dipercaya untuk mencetak sekitar 73 juta surat suara hanya memiliki mesin dengan kecepatan hanya 25.000 lembar cetakan per jam. PT Ceria Riau Mandiri yang akan mencetak dan mendistribusikan kira-kira 18,4 juta surat suara ke wilayah Riau dan Kepulauan Riau, sampai 11 Februari 2009 belum ada koordinasi dengan PT Pos.
Untuk itu, Bawaslu menyarankan kepada KPU untuk segera merampungkan validasi surat suara. KPU juga didesak membuat sejumlah peraturan agar ada keseragaman pada semua percetakan, memetakan kembali pengadaan dan pendistribusian surat suara, bahkan membuat rencana darurat agar pemilu dapat dilaksanakan sesuai jadwal.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang