Pencetakan Surat Suara Terancam Molor

Kompas.com - 16/02/2009, 18:27 WIB

JAKARTA, SENIN — Kelompok kerja (pokja) Pesiapan Logistik Pemilu 2009 dari Badan Pengawas pemilu (Bawaslu) menyatakan, sampai saat ini belum ada jaminan atas kesiapan seluruh logistik pemilu tertama surat suara.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum memberikan validasi surat suara yang akan dicetak kepada enam percetakan yang menang tender sehingga surat suara belum bisa mulai dicetak. Selain itu, Bawaslu juga menemukan fakta bahwa order percetakan sejumlah percetakan masih sangat tinggi sehingga dapat mengancam percetakan surat suara tepat waktu.

"Ini sangat mengkhawatirkan mengingat pemilu sebentar lagi dimulai," kata Ketua Pokja Agustiani Tio Fridelira Sitorus saat jumpa pers di Jakarta, Senin (16/2).

Ia mengatakan, dari hasil penelusuran ditemukan ada enam percetakan pemenang tender yang sampai saat ini belum menerima validasi (materi cetakan) dari KPU. Keenam percetakan tersebut adalah PT Wihani Grafindo, CV Ganeca Exact, PT Karya Cipta, PT Ceria Riau Mandiri, PT Temprina Media Grafika, dan PT Pura Barutama.

Selain itu, lanjut Tio, ada masalah menonjol pada tiap percetakan. Ia mencontohkan CV Ganeca Exact yang dipercaya untuk mencetak sekitar 73 juta surat suara hanya memiliki mesin dengan kecepatan hanya 25.000 lembar cetakan per jam. PT Ceria Riau Mandiri yang akan mencetak dan mendistribusikan kira-kira 18,4 juta surat suara ke wilayah Riau dan Kepulauan Riau, sampai 11 Februari 2009 belum ada koordinasi dengan PT Pos.

Untuk itu, Bawaslu menyarankan kepada KPU untuk segera merampungkan validasi surat suara. KPU juga didesak membuat sejumlah peraturan agar ada keseragaman pada semua percetakan, memetakan kembali pengadaan dan pendistribusian surat suara, bahkan membuat rencana darurat agar pemilu dapat dilaksanakan sesuai jadwal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau