Menang Referendum, Chavez Berpeluang Terpilih Lagi

Kompas.com - 16/02/2009, 22:32 WIB

KARAKAS,SENIN-Presiden Venezuela Hugo Chavez menang dalam referendum yang membuka peluang dia dipilih lagi setelah dua kali masa jabatan.

Ketika 94% kartu suara yang masuk telah dihitung, 54% mendukung pencabutan pembatasan masa jabatan. Demikian dikatakan pejabat Dewan Pemilihan Nasional, Senin (16/2).

Menurut konstitusi yang berlaku sebelumnya, Chavez yang berhaluan politik sosialis harus melepas jabatan presiden tahun 2013. Namun, Chavez yang berhaluan politik sosialis mengatakan, dia memerlukan waktu 10 tahun lagi untuk memastikan revolusi sosialis berakar di Venezuela.

Referendum hari Minggu (15/2) adalah upaya kedua dia mengubah konstitusi. Dia kalah tipis dalam referendum serupa pada tahun 2007. Selama 10 tahun menjabat, Presiden Chavez berhasil menggalang dukungan dari kaum miskin, tapi ditentang keras oleh kubu elite tradisional di negaranya.

Di front politik luar negeri, Chavez secara tegas menunjukkan sikap anti-Amerika Serikat.

Massa pendukung Chavez bersuka cita dengan berpawai di jalan-jalan ibukota Venezuela, Karakas. Mereka menyulut petasan dan melambaikan bendera nasional serta membunyikan klakson mobil.

Sebaliknya, para pengkritik Chavez mengatakan, perubahan konstitusi seperti yang diajukan dalam referendum akan memusatkan terlalu banyak kekuasaan di tangan presiden.

Chavez mengatakan kebenaran dan martabat telah telah menang. "Pintu masa depan terbuka lebar," pekik Chavez seperti dikutip kantor berita Associated Press dari balkon istana Miraflores setelah hasil referendum diumumkan.

"Pada tahun 2012 akan ada pemilihan presiden, dan kecuali Tuhan menentukan lain, kecuali bangsa menentukan lain, serdadu ini sudah menjadi calon," kata Chavez.

Wartawan BBC Will Grant dari ibukota Venezuela melaporkan, hasil referendum ini pengukuhan mantap bagi agenda sosialis Chavez dari bilik suara yang diharapkan Chavez selama ini.

"Lebih dari 11 juta pemilih dari hampir 17 juta warga yang berhak memberikan suara ikut serta dalam referendum hari Minggu," kata ketua Dewan Pemilihan Nasional, Tibisay Lucena.
 
          
 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau