Barca Mulai Takut Kehilangan Eto'o

Kompas.com - 17/02/2009, 02:25 WIB

BARCELONA, SELASA — Akhir musim lalu, Barcelona seolah tak enggan memiliki Samuel Eto'o dan berencana menjualnya. Namun, kini "El Barca" mulai ketakutan kehilangan dirinya, maka akan segera memperpanjang kontraknya.

Menurut Sport, Eto'o menjadi pemain pertama yang diprioritaskan untuk diperpanjang kontraknya. Ini menandakan bahwa Barcelona tak ingin striker asal Kamerun itu pergi. Setelah itu, Barcelona baru akan membicarakan perpanjangan kontrak Rafael Marquez, Carles Puyol, dan Victor Valdes.

Eto'o memang tampil luar biasa di musim ini. Dia menjadi bagian penting dari agresivitas Barcelona di bawah pelatih Pep Guardiola. Dalam 22 penampilannya di Divisi Primera La Liga, dia sudah mencetak 23 gol.

Eto'o sendiri sempat kecewa di awal musim, dan menyatakan akan pergi. Dia kini dikabarkan sudah membuat keputusan tentang apa yang akan dilakukan setelah musim ini berakhir. Namun, menurut Sport, keputusannya itu adalah memperpanjang kontrak di Barcelona.

Sebelumnya, Barcelona sangat bernafsu mendapatkan striker David Villa (Valencia) dan Karim Benzema (Lyon). Namun, dengan ketajaman Eto'o, rencana itu kemungkinan dibatalkan. Kalaupun "El Barca" akhirnya membeli salah satu dari kedua striker itu, Eto'o tetap akan menjadi prioritas utama.

Saat ini perwakilan Eto'o sedang membicarakan masalah perpanjangan kontrak. Eto'o dikabarkan menginginkan perpanjangan empat tahun, sampai 2014. Itu waktu yang juga diinginkan Barcelona. Yang belum sepakat, Eto'o meminta bayaran 9 juta euro (sekitar Rp 137,2 miliar) per musim. Namun, dengan permainan menawannya, kemungkinan Barcelona akan memenuhi permintaan itu. (SPT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau