Wanita Pengusaha Gali Potensi Domestik

Kompas.com - 17/02/2009, 14:58 WIB

JAKARTA, SELASA — Tahun ini pemerintah mencanangkan sebagai tahun ekonomi kreatif, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), sebagai organisasi yang mengayomi para pengusaha wanita di Indonesia, turut mencanangkan beberapa program ekonomi kreatif bagi para anggotanya.

"Kita akan mengajarkan para anggota untuk membuat animasi dan pendidikan mengenai cara mendesain produk mereka. Selain itu, IWAPI juga akan membuat klinik konsultasi secara on-line, sehingga para anggota terutama yang di daerah dapat bertanya melalui klinik on-line tersebut," jelas Rina Fahmi, Ketua Umum IWAPI , saat ditemui di Marcantile Athletic Club, Jakarta (17/2).

Rina juga menyarankan kepada para anggotanya, untuk melakukan penjajakan terhadap kerja sama antardaerah. "Sekarang ini zamannya krisis global, cukup berat jika melakukan ekspor barang. Kenapa kita tidak menggali perdagangan internal," sebut Rina.

Nungki Juniarti Humas IWAPI, saat ditemui pada kesempatan yang sama, mengatakan, anggota IWAPI terus dilatih agar dapat melakukan inovasi terhadap produk mereka. Teknologi-teknologi terkini dalam membuat produk juga kami ajarkan. "Hal itu kami lakukan agar produk para anggota ketinggalan zaman baik dari cara membuat, ataupun desain dari produk mereka," tuturnya.

Anggota IWAPI saat ini berjumlah 40.000 anggota dan tersebar di seluruh provinsi, terus membutuhkan bimbingan untuk mengembangkan usaha mereka.

Nungki juga mengatakan, program yang dibuat juga disesuaikan dengan kebutuhan usaha pada daerah mereka. "Misalnya untuk daerah Bali, yang terkenal dengan usaha kerang dan perak, makanya kita bantu mereka mengembangkan usaha kerang dan perak tersebut," ujar Nungki.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau