PTBA Optimistis Akuisisi Dua Perusahaan Tambang Rampung

Kompas.com - 18/02/2009, 15:14 WIB

JAKARTA, RABU — PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) optimistis akuisisi dua perusahaan tambang di Kalimantan Timur rampung tahun ini juga.

"Mudah-mudahan tuntas sebelum akhir tahun, tinggal negosiasi saja. Dari sisi pendanaan juga tidak ada masalah," ujar Presiden Direktur PTBA, Sukrisno, di Jakarta Convention Center, Rabu (18/2).
     
Menurut Sukrisno, keputusan akuisisi dua perusahan tambang tersebut telah melalui proses uji tuntas atau due dilligence dari tiga hingga lima perusahaan yang menjadi incaran perusahaan.

Dengan alasan kerahasiaan, Sukrisno tidak bersedia merinci nama dua perusahaan tambang yang dimaksud.

Ia hanya menjelaskan, berdasarkan hasil evaluasi tim yang dikirim ke lokasi, satu perusahaan tambang memiliki kapasitas cadangan batu bara di atas 100 juta ton, sedangkan satu tambang lagi depositnya kurang dari 100 juta ton.

Dana untuk akuisisi perusahaan tambang tersebut diupayakan dari internal perusahaan. Akan tetapi, menurut Sukrisno, tidak tertutup kemungkinan juga melibatkan perusahan lain dalam bentuk konsorsium.

"Sejauh ini akan didanai perusahaan sendiri karena memiliki modal yang cukup dan perseroan tidak memiliki utang. Tetapi kalaupun menggandeng mitra perusahaan lain, PTBA ingin tetap mayoritas," katanya.

Ia menambahkan, hingga akhir tahun 2008 kas internal perseroan mencapai Rp 3 triliun, sebanyak 50 persen di antaranya digunakan untuk keperluan ekspansi. "Dana sebesar itu cukup membiayai rencana investasi perusahaan tahun ini," katanya.

Sebelumnya, PTBA pada 2008 telah menuntaskan akuisisi 51 persen saham PT International Prima Coal (IPC) dengan nilai akuisisi 17,85 juta dollar AS.

Laba

Ia melanjutkan, pada tahun 2008 perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp 1,7 triliun-Rp 1,8 triliun, meningkat dibanding tahun 2007 sebesar Rp 760 miliar.

Menurutnya, peningkatan pendapatan pada tahun lalu didorong melonjaknya volume penjualan, harga batu bara yang menguat, serta keberhasilan perseroan melakukan efisiensi biaya.

Volume penjualan batu bara pada 2008 mencapai 12,8 juta ton, naik dari tahun 2007 sekitar 10,12 juta ton. "Kombinasi pengelolaan tambang yang sudah ada dan tambang baru diharapkan dapat mendorong pendapatan perusahaan ke depan," katanya.
     
Pada tahun 2009 Sukrisno optimistis laba bersih perseroan meningkat hingga 20 persen, terutama didorong penambahan jumlah lokasi tambang tersebut. "Dua tambang tersebut akan mengkontribusi terhadap pendapatan mulai tahun 2010," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau