Hebat! Indonesia Tujuan Wisata Spa Terbaik di Dunia

Kompas.com - 18/02/2009, 21:11 WIB

JAKARTA, RABU — Indonesia terpilih menjadi tujuan wisata spa terbaik di dunia melalui penghargaan yang akan dianugerahkan International Wellness Awards kepada Indonesia dalam International Travel Bourse di Berlin, Jerman.

"Mengapa Indonesia? Sebab Indonesia mampu mempertahankan warisan budaya leluhur dikombinasikan dengan hasil riset terbaru," kata Pimpinan Selected Hotel Promotion Inc. (Organisasi Pariwisata Internasional Ternama), Frank Pfaller, dalam siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Rabu (18/2).

"Indonesia melalui Bali telah terpilih sebagai "The Best Spa Destination in The World," tambahnya. 

Penghargaan tersebut akan diserahkan dalam rangka penyelenggaraan pameran pariwisata tahunan yang bergengsi, yaitu International Tourism Bourse (ITB) di Berlin, Jerman, awal Maret 2009.

"Rencananya, upacara penganugerahan akan dihadiri oleh para tokoh pariwisata terkemuka dari seluruh penjuru dunia," katanya.

Hal itu karena kegiatan ITB merupakan pameran terbesar yang melibatkan ribuan pelaku bisnis di dunia pariwisata internasional. Penghargaan tersebut rencananya akan diterima langsung oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik yang akan hadir dalam kegiatan ITB di Berlin. 

Bali dinilai merupakan kawasan wisata spa terbaik karena mampu memelihara kebudayaan asli leluhur termasuk warisan raja-raja kuno. Bahkan, terminologi khas Bali dalam kaitannya dengan spa seperti boreh dan lulur telah diakui secara internasional.

Raja juga dapat penghargaan

Pada kesempatan yang sama, Raja Denpasar IX, Ida Tjokorda Ngurah Jambe Pamecutan juga akan dianugerahi penghargaan Senses Wellness Award 2009 dari organisasi yang sama.

Raja Denpasar IX juga akan menerima "The Five-star-Diamond Lifetime Achievement Award" yang akan diberikan oleh Presiden American Academy of Hospitality Sciences Joe Cinque atas sumbangsih dan pengabdiannya dalam hal hubungan pertukaran dan perkembangan kebudayaan internasional.

"Kami mewakili masyarakat spa di Bali akan berangkat dalam acara tersebut di samping karena tahun ini Bali terpilih menjadi tujuan spa terbaik dunia," kata Raja Denpasar IX Ida Tjokorda Ngurah Jambe Pamecutan.

Ia berharap, penerimaan penghargaan tersebut dapat lebih memperkenalkan pariwisata Indonesia kepada dunia internasional.

Raja Denpasar IX rencananya akan berangkat dan membawa rombongan misi kebudayaan yang terdiri dari 80 raja dan sultan seluruh Indonesia yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Keraton se-Nusantara. 

"Kami juga akan membawa tim kesenian Bali klasik dan kesenian dari seluruh nusantara untuk mempromosikan adat tradisi budaya kita kepada dunia. Prinsipnya bukan Indonesia untuk pariwisata, tetapi pariwisata untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau