MARCO van Basten tetap memiliki ikatan psikologis dengan AC Milan. Dia enam tahun membela klub itu. Bahkan, selama kariernya bersama "I Rossoneri", dia meraih sukses besar, baik di Liga Serie-A maupun Liga Champions.
Melatih Ajax Amsterdam, Van Basten berkesempatan melawan AC Milan. Van Basten mengaku tetap sering mengamati AC Milan, sebagai mantan klubnya. Kini, dia punya pandangan sendiri tentang "I Rossoneri". Berikut wawancaranya dengan Channel4.
Apa kesan Anda tentang AC Milan saat ini?
"Milan tetap tim yang menarik untuk ditonton. Saya mengatakan hal itu dengan penuh rasa hormat."
Bagaimana perbedaan Milan sekarang dengan dulu?
"Terus terang, saya kira AC Milan sekarang sedikit lebih tua. Perlu peremajaan. Milan saat ini jauh berbeda dengan zaman saya masih membela klub ini. Dulu, Milan mendominasi gelar. Sekarang, harus kita akui, Inter Milan yang mendominasi."
Van Basten berada di Stadion Artemio Franci untuk membawa timnya melawan Fiorentina di babak 32 besar Piala UEFA. Ini mengingatkannya saat bersama Milan tampil di kandang Fiorentina itu.
"Aku sangat ingat betul hari itu. Sangat sulit untuk dilupakan. Sebab, Milan waktu itu mencetak tujuh gol di Artemio Franchi."
Bagaimana kemungkinan Ajax melawan Fiorentina?
"Fiorentina tim yang bagus. Mereka memiliki beberapa pemain berbakat dan berpengalaman. Tahun lalu, mereka mencapai semifinal Piala UEFA. Mereka tahu apa yang harus dilakukan untuk berkompetisi di tingkat Eropa."
Ajax sendiri di Eredivisie berada di urutan ketiga klasemen sementara. Apa yang terjadi dengan tim Anda?
"Sudah beberapa tahun kami berjuang untuk mengakhiri kompeitsi dengan memimpin klasemen. Sekarang, keadaan semakin sulit untuk menjuarai Eredivisie. Kami tak memiliki uang yang cukup seperti klub-klub Italia dan Inggris."
Apa yang dilakukan Ajax untuk bisa bersaing?
"Kami harus memanfaatkan aset yang ada untuk membangun tim sebaik mungkin. Kami juga harus lebih cerdik dalam membeli pemain."
Bagaimana kondisi tim?
"Seperti sebelumnya, tim kami didominasi pemain muda. Sangat sulit untuk bisa bermain konsisten. Butuh waktu, kesabaran, dan juga kepercayaan diri."
Apakah Anda punya rencana suatu saat melatih di klub Italia?
"Saya butuh waktu untuk tumbuh sebagai pelatih. Saya belum memikirkan melatih di Italia atau di negara lain pada saat ini. Saya harus berkonsentrasi ke Ajax dulu kemudian baru kita lihat bagaimana jalan ceritanya." (*)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang