JAKARTA, KAMIS — Proses penawaran tender alias tender offer saham PT Indosat Tbk (ISAT) berakhir sudah. Selasa (17/2) merupakan batas terakhir bagi investor publik Indosat, di Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun New York Stock Exchange Amerika, untuk memasukkan penawaran tender.
Sampai tenggat waktu berakhir, penawaran saham yang masuk mencapai 80 persen dari seluruh saham publik yang beredar. Catatan saja, total saham yang dipegang publik sebelum tender offer mencapai 44,89 persen. Ini berarti total penawaran yang masuk 35,9 persen dari total saham ISAT.
Nah, karena si empunya hajatan, Qatar Telecom (Qtel) hanya boleh membeli maksimal 24,19 persen saham dalam tender offer, "Maka Qtel akan melakukan penjatahan secara proporsional," kata Direktur Danareksa Sekuritas Marciano Herman kepada Kontan, kemarin (18/2). Danareksa Sekuritas merupakan broker pelaksana tender offer saham ISAT ini.
Pascapelaksanaan tender offer, Qtel akan menguasai 65 persen saham Indosat. Saat ini Qtel sudah mengantongi 40,8 persen saham operator telepon terbesar kedua di Indonesia itu.
Menurut jadwal, Jumat (20/2) besok, Qatar Telecom akan menentukan alokasi penjatahan. "Saat ini masih dalam proses konfirmasi dan pengumpulan seluruh aplikasi dari BEI maupun dari New York Exchange," ujar Marciano.
Nantinya, porsi penjatahan saham di BEI maupun di New York Exchange akan sama banyak alias 50 persen banding 50 persen. Dengan harga penawaran Rp 7.388 per saham, Qtel harus membayar Rp 9 triliun untuk memborong 1,31 miliar saham.
Kata Marciano, peminat tender offer saham ISAT kebanyakan adalah investor individu. "Namun, dari segi nilainya lebih besar berasal dari investor institusi," imbuhnya.
Analis Optima Sekurities Ikhsan Binarto menilai, hasil tender offer ini tak akan menolong harga saham ISAT. Justru ia meramal harga saham ISAT berpotensi turun lagi.
Kemarin (18/2), harga saham ISAT sebesar Rp 5.500 per saham. Harga ini turun 5,17 persen ketimbang harga saham ISAT saat awal penawaran tender 20 Januari 2009 lalu. Waktu itu harga saham ISAT berada di posisi Rp 5.800 per saham. Maka itu, Ikhsan merekomendasikan jual untuk saham ISAT dengan target harga Rp 5.500 per saham dalam 12 bulan ke depan.
Analis PT BNI Securities Akhmad Nurcahyadi memaklumi peminat tender offer ISAT ini sangat besar. Soalnya Qtel memberi penawaran harga premium ke investor yakni Rp 7.338 per saham atau berselisih Rp 1.838 per saham dengan harga kemarin. Cuma, dia merekomendasikan tahan saham ini. Investor perlu melihat dulu bisnis ISAT pasca-tender offer. (Rizki Caturini, Khomarul Hidayat /Kontan)