DPR: Transaksi Derivatif BUMN Dorong Pelemahan Rupiah

Kompas.com - 19/02/2009, 15:36 WIB

JAKARTA, KAMIS — Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Dradjad Haribowo meminta Menneg BUMN untuk memperingatkan perusahaan BUMN agar tidak melakukan transaksi spekulatif derivatif. Pasalnya, hal ini menyebabkan anjloknya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, terutama dollar AS.

"Menneg BUMN harus memperingatkan secara keras BUMN yang masuk ke transaksi spekulatif terutama derivatif. Karena kekeliruan mereka dalam mengambil keputusan dalam derivatif menyumbang pelemahan rupiah," kata Dradjad, di gedung DPR, Jakarta, Kamis (19/2).

Dradjad mengakui, sejumlah BUMN yang terjebak dalam transaksi derivatif valas karena unsur ketidaktahuan. Namun, menurutnya, bisa saja terjadi karena adanya kolusi. "Bukan tidak mungkin ada kolusi. Jadi BUMN yang kalah valas ini harus diperiksa," ujarnya.

Bila transaksi derivatif tersebut dilakukan karena adanya kolusi, maka kerugian yang diderita sejumlah BUMN tersebut akan masuk dalam kerugian negara.

Menurut Dradjad, pelemahan rupiah juga disebabkan oleh ketatnya jumlah dollar AS yang masuk ke dalam negeri. Sedangkan permintaan akan dollar AS terus melonjak.

"Kita belum berhasil memasukkan dollar dalam jumlah signifikan. Ada ketidakseimbangan yang cukup serius antara supply dan demand soal dollar," ujarnya.

Untuk itu, kata Dradjad, perlu upaya untuk menyeimbangkan supply dan demand dollar AS.

Dia mencontohkan, bila supply dollar AS diperkirakan turun karena ekspor turun, maka perlu diatur demand-nya. Selain itu, pemerintah perlu melakukan penjadwalan utang pemerintah dalam dollar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau