Tiga Pasien DBD di Mamuju Meninggal

Kompas.com - 19/02/2009, 16:15 WIB

MAMUJU, KAMIS — Tiga pasien demam berdarah dengue (DBD) yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) meninggal dunia saat dirujuk ke RSUD Kabupaten Majene untuk mendapatkan perawatan intensif.
       
Direktur RSUD Mamuju dr. Titin Hayati di Mamuju, Kamis (19/2), mengatakan, tiga pasien DBD itu dirawat di RSUD Mamuju sejak satu bulan terakhir.

Ia mengatakan, salah satu dari tiga pasien itu adalah pasien anak yang meninggal karena kondisinya sudah sangat parah dan tidak bisa lagi ditangani di RSUD Mamuju karena peralatan medisnya belum memadai.

Titin Hayati mengatakan, saat ini pasien DBD yang dirawat di RSUD Mamuju selama empat bulan terakhir mencapai  93 orang.

Para pasien tersebut dirawat di ruang internal RSUD Mamuju sebanyak 36 orang, di ruang perawatan anak 13 orang, perawatan VIP 37 orang, dan di ruang ICU sebanyak lima orang.

Berdasarkan kelompok umur, pasien DBD itu terdiri dari 33 orang yang di bawah 14 tahun dan mencapai 60 orang yang di atas umur 14 tahun.

Ia membantah jika pihaknya tidak melakukan perawatan terhadap setiap pasien DBD yang setiap saat masuk di RSUD tersebut.

"Pasien DBD sudah ditangani oleh dokter ahli penyakit dalam dan dokter spesialis anak, jadi tidak benar jika ada isu yang menyebarkan pasien di RSUD ini ditelantarkan," ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan penanganan pasien dengan melakukan observasi terhadap penyakit DBD tersebut, kemudian menambah tenaga medis dari bagian poliklinik dan administrasi untuk menangani setiap pasien yang masuk RSUD itu.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga menambah stok obat-obatan seperti destan dan cairan infus sebanyak 40 botol dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju untuk mencegah pasien mengalami shock yang bisa berakibat fatal.

Ia mengatakan, ruang perawatan di RSUD Mamuju masih dianggap mencukupi bagi pasien DBD meskipun pasien harus berdesak-desakan. "Kami juga menambah waktu pemeriksaan agar pasien bisa dirawat secara intensif dan rutin," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau