MAMUJU, KAMIS — Tiga pasien demam berdarah dengue (DBD) yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) meninggal dunia saat dirujuk ke RSUD Kabupaten Majene untuk mendapatkan perawatan intensif.
Direktur RSUD Mamuju dr. Titin Hayati di Mamuju, Kamis (19/2), mengatakan, tiga pasien DBD itu dirawat di RSUD Mamuju sejak satu bulan terakhir.
Ia mengatakan, salah satu dari tiga pasien itu adalah pasien anak yang meninggal karena kondisinya sudah sangat parah dan tidak bisa lagi ditangani di RSUD Mamuju karena peralatan medisnya belum memadai.
Titin Hayati mengatakan, saat ini pasien DBD yang dirawat di RSUD Mamuju selama empat bulan terakhir mencapai 93 orang.
Para pasien tersebut dirawat di ruang internal RSUD Mamuju sebanyak 36 orang, di ruang perawatan anak 13 orang, perawatan VIP 37 orang, dan di ruang ICU sebanyak lima orang.
Berdasarkan kelompok umur, pasien DBD itu terdiri dari 33 orang yang di bawah 14 tahun dan mencapai 60 orang yang di atas umur 14 tahun.
Ia membantah jika pihaknya tidak melakukan perawatan terhadap setiap pasien DBD yang setiap saat masuk di RSUD tersebut.
"Pasien DBD sudah ditangani oleh dokter ahli penyakit dalam dan dokter spesialis anak, jadi tidak benar jika ada isu yang menyebarkan pasien di RSUD ini ditelantarkan," ujarnya.
Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan penanganan pasien dengan melakukan observasi terhadap penyakit DBD tersebut, kemudian menambah tenaga medis dari bagian poliklinik dan administrasi untuk menangani setiap pasien yang masuk RSUD itu.
Selain itu, kata dia, pihaknya juga menambah stok obat-obatan seperti destan dan cairan infus sebanyak 40 botol dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju untuk mencegah pasien mengalami shock yang bisa berakibat fatal.
Ia mengatakan, ruang perawatan di RSUD Mamuju masih dianggap mencukupi bagi pasien DBD meskipun pasien harus berdesak-desakan. "Kami juga menambah waktu pemeriksaan agar pasien bisa dirawat secara intensif dan rutin," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang