AIDS, Pembunuh Utama di China Tahun Lalu

Kompas.com - 19/02/2009, 16:42 WIB

BEIJING, KAMIS - Virus AIDS telah menjadi penyakit menular paling mematikan di China tahun lalu untuk pertama kalinya, menewaskan 6.897 orang dalam sembilan bulan pertama 2008. Demikian kantor berita resmi Xinhua mengatakan.

Jumlah orang yang tertular virus HIV/AIDS dua kali lipat selama periode itu, kata Xinhua, dengan menyebut laporan itu telah disiarkan di laman Internet kementerian kesehatan.

Xinhua mengatakan seluruhnya ada 264.302 kasus HIV/AIDS pada akhir September tahun lalu dan 34.864 orang telah meninggal karena penyakit itu sejauh ini.

Hitungan PBB memperkirakan bahwa 700.000 orang di China positif HIV pada akhir 2007. Xinhua mengatakan TBC merupakan pembunuh terbesar kedua dalam sembilan bulan pertama tahun lalu, sementara rabies di tempat ketiga, diikuti oleh hepatitis dan tetanus pada bayi.
    
Negara itu melaporkan peningkatan seperlima dalam penyakit sifilis tahun lalu, dengan seluruhnya 257.474 kasus, sementara kasus gonorea menurun seperlima, kata Kementerian Kesehatan China.

China Ahad lalu meluncurkan kampanye pendidikan seks nasional yang ditujukan untuk mendapatkan lebih banyak orang untuk mengusahakan perawatan bagi penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual itu dan ketidaksuburan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau