BAGHDAD,KAMIS-Muntazer al Zaidi (30), wartawan Irak yang melempar sepatu ke arah mantan Presiden AS George W Bush, menjalani sidang pertama di Baghdad hari Kamis (19/2). Namun, hakim memutuskan untuk menunda sidang sampai 12 Maret.
Zaidi telah mengatakan kepada majelis hakim bahwa dia menjadi gusar dan tidak mampu mengendalikan emosinya saat Bush mulai bicara. ”Saya hanya melihat Bush dan seperti ada sesuatu yang gelap di mata saya,” ujarnya.
”Jadi, saya melepas sepatu pertama dan melemparkannya, tetapi tidak mengenai dia. Lalu secara spontan saya mengambil sepatu kedua, tetapi juga tidak mengenai dia,” kata Zaidi.
Sidang berlangsung di bawah kawalan sangat ketat aparat keamanan. Kendaraan diperiksa dan seluruh peralatan elektronik yang dibawa orang-orang yang menghadiri sidang pengadilan harus ditinggalkan.
Zaidi memberikan rincian tentang apa yang terjadi saat konferensi pers oleh Bush dan Perdana Menteri Irak Nuri al Maliki. ”Setelah Bush berbicara soal kemenangan dan prestasi di Irak sambil tersenyum dingin, saya lakukan apa yang saya rasa harus lakukan,” tuturnya.
Dia mengatakan bahwa kunjungan George W Bush untuk mengucapkan selamat tinggal sebelum meninggalkan Gedung Putih adalah kunjungan tidak resmi. Oleh karena itu, dia tidak bisa dikenai pasal tentang penghinaan terhadap kepala negara asing.
Salah satu hakim, Abdulamir Hassan al Rubai, mengatakan akan menunda sidang hingga 12 Maret karena perlu informasi lebih banyak soal kunjungan Bush. ”Kami menunda sidang supaya bisa mengontak kantor PM dan mengetahui apakah kunjungan mantan Presiden AS itu resmi atau tidak,” katanya.
Jika terbukti bersalah melakukan penghinaan terhadap kepala negara asing, Zaidi bisa menghadapi hukuman hingga 15 tahun penjara. (fro)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang