Simulasi Pemilu di DIY, Tingkat Kesalahan 40 Persen

Kompas.com - 20/02/2009, 20:50 WIB

YOGYAKARTA, JUMAT — Tingkat kesalahan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam memberikan suara pada kartu suara pemilu ternyata cukup tinggi. Dari simulasi yang dilakukan beberapa calon anggota legislatif di DIY diketahui tingkat kesalahan tersebut bahkan mencapai 40 persen pemilih. Kondisi ini dinilai karena lemahnya sosialisasi Pemilu 2009.

"Kesalahan itu terutama pada cara memilih," ungkap Esti Wijayati, caleg DPR DIY dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang kini masih menjadi anggota DPRD DIY, Jumat (20/2) di Yogyakarta.

Menurut Esti, masyarakat mengalami kesulitan yang luar biasa besar karena perubahan radikal sistem Pemilu 2009, di antaranya perubahan tata cara pemberian suara. Kartu suara berukuran sangat besar dengan jumlah parpol mencapai 38, lengkap dengan daftar nama caleg menyulitkan masyarakat memilih calon yang dikehendaki.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera DIY Ahmad Sumiyanto kepada pers sebelumnya juga mengatakan, dari simulasi yang dilakukan caleg-caleg PKS, tingkat kesalahan masyarakat rata-rata 30 persen. Kondisi itu berpotensi meningkatkan angka golongan putih (golput).

"Susah mengubah kebiasaan, ketika sudah berkali-kali mencoblos, kini harus mencontreng," katanya.

Secara terpisah, Ketua Komisi Pemilihan Umum DIY Any Rohyati mengungkapkan, dengan terbitnya Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2009 tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Pemungutan Suara dan Penghitungan Suara di Tempat Pemungutan Suara, tanda contreng, tanda silang, garis datar, tanda silang tidak sempurna, dan tercoblos dinyatakan sah. Aturan ini diharapkan bisa menekan tingkat kesalahan masyarakat.

Ia mengakui, sosialisasi pemilu masih kurang maksimal. "Dana sosialisasi pemilu legislatif dari APBN 2009 sebesar Rp 130 juta, itu jauh dari kebutuhan," ucapnya.

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau