Harga Minyak Turun Lagi di Bawah 40 Dollar AS

Kompas.com - 21/02/2009, 08:03 WIB

NEW YORK, JUMAT — Harga minyak mentah dunia turun pada perdagangan Jumat waktu setempat, di tengah pasar yang diguncang kekhawatiran merosotnya permintaan energi karena perekonomian global nyaris terhenti akibat meluasnya krisis keuangan.

Kontrak berjangka utama New York, minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman Maret, turun 54 sen menjadi 38,94 dollar AS per barrel, sementara di London, minyak mentah Brent Laut Utara untuk pengiriman April merosot 10 sen menjadi 41,89 dollar AS  per barrel.

Andy Lipow dari Lipow Oil Associates mengatakan, tingkat harga minyak sekarang menggemakan aksi jual di pasar-pasar saham. Semula kontrak New York telah kehilangan lebih dari dua dollar AS karena indeks saham blue-chip Dow Jones Industrial Average di Wall Street jatuh sekitar 200 poin.

Penurunan harga minyak menjadi moderat dalam penutupan perdagangan akhir pekan, menyusul rebound tajam pada Kamis setelah Badan Informasi Energi AS (IEA) mencatat penurunan cadangan minyak mentah AS yang mengejutkan sehingga meningkatkan harapan bakal munculnya permintaan baru dari konsumen energi terbesar dunia ini.

Minyak mentah New York sempat menguat hampir lima dollar AS sehingga harga minyak dunia melompat lebih dari dua dollar AS setelah IEA mengatakan stok minyak mentah AS turun 200.000 barrel hingga 13 Februari.

Namun, perkiraan kenaikan stok bensin yang lebih besar mengindikasikan tingkat permintaan energi masih rendah, kata para pedagang.

"Meski kemarin menguat, tekanan yang berasal dari pasar saham global masih merembes ke pasar komoditas dan mengakibatkan kecenderungan terus tertekannya harga," kata para analis dari BMO Capital Markets.

Para analis mengingatkan, kontrak acuan New York berikutnya untuk pengiriman April akan lebih cepat tertekan yang pada Jumat kemarin ditutup pada 40,03 dollar AS.

Pasar saham global jatuh lagi, Jumat, di tengah kekhawatiran mendalam terhadap sektor keuangan yang bermasalah dan cenderung terus melemah di seluruh dunia.

"Kecemasan terhadap memburuknya prospek ekonomi global membuat pasar saham berjatuhan karena para investor menurunkan posisi risikonya, dengan harga minyak mengikutinya turun di tengah kekhawatiran melemahnya permintaan," kata analis dari perusahaan pialang Sucden, Nimit Khamar.

Pekan lalu, Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang memproduksi sekitar 40 persen minyak mentah dunia, memangkas proyeksinya permintaan minyak global 2009 sebesar 0,67 persen  karena "depresi ekonomi" di negara-negara industri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau