Jelang Oscar, Permintaan Suntik Botox Naik

Kompas.com - 21/02/2009, 09:44 WIB

Pesta penghargaan Oscar, yang akan berlangsung besok malam (22/2) dengan acara karpet merah, merupakan acara yang ditunggu-tunggu karena ditaburi para bintang. Pada momen tersebut, para bintang akan tampil sebaik-baiknya, mulai dari busana hingga riasan wajah.

Demam Oscar dikabarkan membuat permintaan suntik Botox naik drastis. Wajar saja, ketika para aktris dan aktor melenggang di karpet merah, kilatan lampu blitz dan sorotan kamera yang akan disiarkan ke lebih dari satu miliar pemirsa di seluruh dunia, membuat mereka pun wajib tampil sempurna, termasuk tanpa satu garis kerut pun tampak di wajah.

Menurut data American Society of Plastic Surgeons, menjelang pesta penghargaan Oscar 2009 ini diperkirakan permintaan akan teknik peremajaan kulit naik 25 persen. Prosedur peremajaan itu meliputi suntik botox, perawatan laser, dan peeling (pengelupasan kulit). Yang menarik, tren itu tidak cuma berlaku untuk aktris dan aktor saja, tetapi juga pasangan mereka, dan orang-orang di belakang layar, seperti produser, musisi, dan sebagainya.

"Di bawah ratusan kilatan cahaya kamera, garis kerut yang halus sekali pun akan tampak terlihat jelas," kata David Goldberg, dermatologis yang menjadi langganan para bintang Hollywood. Menurutnya, dua bulan menjelang Oscar, perawatan peeling, laser, dan botox merupakan program perawatan wajah yang paling banyak dicari. Umumnya, para pasien datang dua-tiga minggu sebelum acara.

Menurut Goldberg, para selebriti tersebut tak cuma melakukan suntik botox untuk menyamarkan kerutan tapi juga memancungkan hidung (botox dipercaya bisa memperpanjang bentuk hidung). Selain itu, botox juga dipilih untuk mengurangi produksi keringat berlebih. "Acara pemberian penghargaan sering membuat orang nervous sehingga jadi lebih berkeringat," jelasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau