JAKARTA, SABTU — Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengakui koridor VIII jalur busw transjakarta masih memiliki kekurangan dan menuai protes dari sejumlah kalangan. Namun, dia berjanji akan terus memperbaikinya.
"Saya yakin koridor VIII masih banyak kekurangan tapi saya berusaha mengedepankan pelayanan publik," ungkap Fauzi di sela peresmian koridor VIII, di Jakarta, Sabtu (21/2).
Fauzi menyebut sejumlah kekurangan dalam pengoperasian koridor VIII ini, di antaranya ada sejumlah warga yang mengeluh karena menyebabkan kemacetan. Selain itu, kata Fauzi, saat ini pihaknya juga masih me-review dan memperbaiki sejumlah kontrak dengan operator.
"Memang masih belum memuaskan banyak pihak. Semuanya tidak dapat dipenuhi, harus ada yang menang dan yang kalah. Ini kan transportasi umum," ujarnya.
Menanggapi pertanyaan wartawan mengenai molornya pengoperasian jalur VIII, Fauzi mengatakan, perbaikan koridor VIII membutuhkan waktu yang panjang. Dia juga menyebut tiga hal yang menjadi komitmennya. Pertama, yang baik akan diteruskan. Kedua, yang belum baik akan disempurnakan dan diteruskan. Dan ketiga, yang tidak baik tidak akan diteruskan.
"Jadi kalau ada yang bertanya kenapa koridor ini lama, silakan lihat sendiri jawabannya. Tahu kan?" tutur Fauzi.
Sedangkan untuk koridor XI dan koridor X, Fauzi berjanji akan dioperasikan secepatnya. Sebelumnya, kedua koridor tersebut akan disempurnakan dulu dan diadakan tender.
Sementara itu, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Condro Kirono mengatakan akan membantu mengatur lalu lintas untuk mengurai kemacetan di jalur koridor VIII. Di antaranya, di sejumlah titik kepadatan yang memiliki jalur terbatas akan dibatasi dengan marka jalan dan tidak ada separator busway.
Untuk simpang yang padat, pihaknya juga akan menurunkan aparat kepolisian untuk mengatur lalu lintas. "Di simpang yang padat akan ada penugasan anggota-anggota. Masalah copet, jambret diantisipasi oleh Polres dan Polsek setempat dan di-back up oleh Polda," kata Condro.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang