Foke Akui Koridor VIII Banyak Kekurangan

Kompas.com - 21/02/2009, 13:06 WIB

JAKARTA, SABTU — Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengakui koridor VIII jalur busw transjakarta masih memiliki kekurangan dan menuai protes dari sejumlah kalangan. Namun, dia berjanji akan terus memperbaikinya.

"Saya yakin koridor VIII masih banyak kekurangan tapi saya berusaha mengedepankan pelayanan publik," ungkap Fauzi di sela peresmian koridor VIII, di Jakarta, Sabtu (21/2).

Fauzi menyebut sejumlah kekurangan dalam pengoperasian koridor VIII ini, di antaranya ada sejumlah warga yang mengeluh karena menyebabkan kemacetan. Selain itu, kata Fauzi, saat ini pihaknya juga masih me-review dan memperbaiki sejumlah kontrak dengan operator.

"Memang masih belum memuaskan banyak pihak. Semuanya tidak dapat dipenuhi, harus ada yang menang dan yang kalah. Ini kan transportasi umum," ujarnya.

Menanggapi pertanyaan wartawan mengenai molornya pengoperasian jalur VIII, Fauzi mengatakan, perbaikan koridor VIII membutuhkan waktu yang panjang. Dia juga menyebut tiga hal yang menjadi komitmennya. Pertama, yang baik akan diteruskan. Kedua, yang belum baik akan disempurnakan dan diteruskan. Dan ketiga, yang tidak baik tidak akan diteruskan.

"Jadi kalau ada yang bertanya kenapa koridor ini lama, silakan lihat sendiri jawabannya. Tahu kan?" tutur Fauzi.

Sedangkan untuk koridor XI dan koridor X, Fauzi berjanji akan dioperasikan secepatnya. Sebelumnya, kedua koridor tersebut akan disempurnakan dulu dan diadakan tender.

Sementara itu, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Condro Kirono mengatakan akan membantu mengatur lalu lintas untuk mengurai kemacetan di jalur koridor VIII.  Di antaranya, di sejumlah titik kepadatan yang memiliki jalur terbatas akan dibatasi dengan marka jalan dan tidak ada separator busway.

Untuk simpang yang padat, pihaknya juga akan menurunkan aparat kepolisian untuk mengatur lalu lintas. "Di simpang yang padat akan ada penugasan anggota-anggota. Masalah copet, jambret diantisipasi oleh Polres dan Polsek setempat dan di-back up oleh Polda," kata Condro.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau