JK Ajak PP Naik "Pesawat" Golkar

Kompas.com - 21/02/2009, 13:31 WIB

JAKARTA, SABTU — Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, mengajak ribuan anggota Pemuda Pancasila (PP) naik "pesawat terbang" Partai Golkar daripada naik "kereta api" PDI Perjuangan atau pun "jalan kaki" partai lain. Dengan naik "pesawat terbang", ribuan anggota PP akan lebih cepat sampai ke tujuan daripada naik "kereta api" apalagi "jalan kaki".

"Sekarang ini, kalau orang bepergian ke mana pun, tentunya orang ingin cepat sampai. Karena itu, naiklah 'pesawat terbang' Partai Golkar biar lebih cepat sampai ke tujuannya," ajaknya, saat memberikan sambutan di acara pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) ke-VIII PP di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu (21/2) siang.

Tentu, yang dimaksud Wapres Kalla cepat sampai ke tujuan adalah mencapai kesejahteraan, keadilan, dan kemakmuran rakyat sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945. "Terima kasih kalau Partai Golkar digambarkan sebagai pesawat terbang, PDI Perjuangan kereta api, dan partai lainnya jalan kaki. Itu artinya kalau mau pergi ke suatu tujuan, orang akan banyak memilih naik pesawat terbang daripada naik kereta api apalagi jalan kaki," ujar Kalla disambut tawa dan tepuk tangan.

Menurut Kalla, seorang psikologi kalau bepergian akan selalu ingin cepat sampai ke tujuan sehingga mereka akan memilih alat transportasi yang cepat. "Kalau naik pesawat kan lebih cepat. Nanti, kalau memang kurang untuk mengangkutnya, saya tambah pesawatnya biar cukup," lanjut Kalla memberi kiasan.

Sebelumnya, dalam laporannya, Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional PP Japto S Soerjosoemarno mempersilakan warga dan anggota PP untuk bebas memilih partai. "Terserah anggota PP mau naik 'pesawat terbang' Partai Golkar atau mau naik 'kereta api' PDI Perjuangan atau memilih 'jalan kaki' partai lain, silakan. Asalkan, partai yang dipilih adalah partai nasionalis berdasarkan Pancasila, UUD 1945, dan NKRI," ujar Japto, yang juga Ketua Umum DPP Partai Patriot.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau