PM Thailand Dikerubuti Penggemar di Jakarta

Kompas.com - 21/02/2009, 14:37 WIB

JAKARTA, SABTU — Seusai menyampaikan pidatonya di hadapan para diplomat, duta besar negara sahabat, media nasional dan internasional, serta bertemu dengan Sekretaris Jenderal ASEAN Surin Pitsuwan, Sabtu (21/2) di Sekretariat ASEAN, Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva, yang memang muda dan tampan, langsung dikerubuti para penggemarnya.

Kejadian tersebut berlangsung di lobi Sekretariat ASEAN, sesaat sebelum PM Vejjajiva meninggalkan markas ASEAN tersebut, Sabtu (21/2). Di sana, sekitar 20 pegawai dan panitia Sekretariat ASEAN memang telah menantinya, dan telah melakukan 'pemanasan' dengan berfoto dengan sesama pegawai.

Abhisit sesaat tampak gelagapan ketika diminta berfoto bersama pegawai Sekretariat ASEAN. Maka, berlangsunglah sesi foto-foto bersama alumni Universitas Oxford, Inggris, tersebut. Padahal, sesi foto di lobi Sekretariat ASEAN tidak tercantum dalam susunan acara kunjungan Perdana Menteri Thailand tersebut. Sesi foto tersebut berlangsung beberapa kali karena ada beberapa pegawai yang ketinggalan.

Vejjajiva, yang tampak tidak keberatan, melemparkan senyum ke arah para fotografer yang mengabadikan momen tersebut. Setelah itu, tidak ketinggalan sesi foto berikutnya bersama para wartawan cetak dan elektronik, baik nasional dan internasional, yang sedianya ingin melakukan doorstep.

Sedari awal memang ada beberapa wartawan dan wartawati yang berniat berfoto bareng. Begitu diizinkan, sontak saja para wartawan langsung berhamburan menuju PM Vejjajiva. Beberapa wartawati bahkan berebut berada sedekat mungkin dengan mantan mahasiswa jurusan politik dan ekonomi ini. Maka, acara foto-foto sesi kedua pun dimulai.

"Lumayan bisa foto bareng. Kapan lagi bisa liputan PM Thailand," ujar wartawati radio pemerintah ceria seusai sesi foto bareng. Dirinya mengaku puas dengan hasil jepretan seorang pegawai Sekretariat ASEAN.

Seorang wartawati media cetak nasional pun mengaku senang karena keinginannya untuk foto bersama PM Vejjajiva terwujud. Setelah itu, proses tukar-menukar alamat e-mail dan akun jejaring sosial Facebook pun terjadi. Niat ingin melakukan doorstep pun batal karena PM Vejjajiva segera dikawal menuju mobil berpelat tamu negara.

Menurut salah seorang anggota rombongan PM Vejjajiva, kejadian tersebut bukanlah yang pertama kali. Di Thailand pun, masyarakat kerap meminta berfoto bersama dengan politisi Partai Demokrat tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau