Wapres Kalla akan Diterima Presiden di Cikeas

Kompas.com - 22/02/2009, 17:25 WIB

JAKARTA, MINGGU - Setelah menunggu selama seminggu, akhirnya keinginan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk melaporkan hasil kunjungan kerjanya ke Jepang, AS, Belgia, dan Belanda, kepada Presiden Yudhoyono bakal terlaksana. Presiden bersedia menerima Wapres untuk bertemu Minggu malam ini di kediamaan pribadinya di Puri Cikeas Indah, Bogor. Pertemuan direncanakan berlangsung sekitar pukul 21.00 atau pukul 22.00 malam ini.

Sebelum ke rumah presiden, Wapres Kalla dijadwalkan akan menerima kunjungan kehormatan mantan presiden Finlandia Marti Ahtisaari di kediaman dinasnya di Jalan Diponegoro, Jakarta. Demikian informasi yang diterima Minggu sore ini (22/2) dari lingkungan Istana Presiden dan Istana Wapres.

Dalam catatan Kompas, sejak mendarat Minggu subuh tanggal 15 Februari lalu di Halim Perdanakusuma Jakarta, Wapres Kalla sudah meminta waktu untuk melaporkan hasil kunjungan kerjanya pada presiden. Namun minggu itu jadwal presiden tidak bisa diganggu.

Hari Senin, atau sehari kemudian, presiden memberi waktu pukul 14.00 di kantor presiden di kompleks istana. Namun wapres yang juga ketua umum DPP Partai Golkar saat itu meminta pengunduran waktu hingga pukul 16.00 atau 17.00 karena ia akan menjelaskan mengenai misi dan visi ekonomi Partai Golkar di hadapan Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo.

Saat ditanya mengenai rencana pertemuannya, Wapres Kalla yang mengadakan keterangan pers di kantor Golkar Slipi saat itu mengaku acara dengan Apindo terlalu lama sehingga presiden keburu beristirahat.

Sejak itu, rencana pertemuan Presiden Yudhoyono dan Wapres Kalla semakin tidak jelas. Ketika Jusuf Kalla kemudian menyatakan kesiapannya menjadi capres, beberapa pihak menyangsikan pertemuan itu akan terjadi. Akan tetapi, tiba-tiba Minggu siang ini, ajudan Presiden memberi tahukan bahwa wapres bisa bertemu presiden di Cikeas.

Mengapa presiden tiba-tiba menerima Wapres Kalla? Banyak kalangan menduga ini terkait dengan pembicaraan masyarakat yang mengkhawatirkan keharmonisan pemerintahan  sejak Jusuf Kalla menyatakan kesiapan sebagai calon Presiden.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau