MANILA-Penarikan superlotre di Filipina akhir pekan ini dipakai polisi untuk menangkap para tersangka pelaku tindak kriminal yang menghilang.
Polisi, Sabtu (21/2), menuturkan, berhasil menangkap Ariel Ayque (52) yang setahun terakhir ini diburu setelah hakim lokal menjatuhkan hukuman atas kasus perkosaan.
Tidak diungkapkan bagaimana persisnya kasus perkosaan ini. Ayque ditangkap di Naga, kota di belahan timur Filipina, saat hendak membeli tiket superlotre dengan rekor hadiah terbesar di sebuah kios lotre.
Superlotre yang diundi pada hari Minggu kemarin diperkirakan menjanjikan hadiah mencapai total 330 juta peso atau sekitar Rp 81,6 miliar. Sebuah nilai yang menggiurkan. Nilai hadiah lotre ini membengkak setelah beberapa pekan terakhir tidak ada pemenangnya.
Polisi sudah menduga hadiah lotre yang luar biasa besar ini akan mengundang para buruonan seperti Ayque untuk keluar dari persembunyiannya. Ayque ditangkap hari Jumat saat sedang antre membeli tiket lotre untuk hadiah yang besar ini.
Ayque bersama jutaan warga Filipina lainnya antre mengadu untung mendapatkan hadiah itu. Sayangnya, keinginan untuk beruntung ini berubah menjadi ”buntung” bagi Ayque karena polisi dengan mudah dapat menangkapnya setelah satu tahun menghilang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang