Superlotre Bantu Penangkapan Buron Perkosaan

Kompas.com - 23/02/2009, 03:53 WIB

MANILA-Penarikan superlotre di Filipina akhir pekan ini dipakai polisi untuk menangkap para tersangka pelaku tindak kriminal yang menghilang.

Polisi, Sabtu (21/2), menuturkan, berhasil menangkap Ariel Ayque (52) yang setahun terakhir ini diburu setelah hakim lokal menjatuhkan hukuman atas kasus perkosaan.

Tidak diungkapkan bagaimana persisnya kasus perkosaan ini. Ayque ditangkap di Naga, kota di belahan timur Filipina, saat hendak membeli tiket superlotre dengan rekor hadiah terbesar di sebuah kios lotre.

Superlotre yang diundi pada hari Minggu kemarin diperkirakan menjanjikan hadiah mencapai total 330 juta peso atau sekitar Rp 81,6 miliar. Sebuah nilai yang menggiurkan. Nilai hadiah lotre ini membengkak setelah beberapa pekan terakhir tidak ada pemenangnya.

Polisi sudah menduga hadiah lotre yang luar biasa besar ini akan mengundang para buruonan seperti Ayque untuk keluar dari persembunyiannya. Ayque ditangkap hari Jumat saat sedang antre membeli tiket lotre untuk hadiah yang besar ini.

Ayque bersama jutaan warga Filipina lainnya antre mengadu untung mendapatkan hadiah itu. Sayangnya, keinginan untuk beruntung ini berubah menjadi ”buntung” bagi Ayque karena polisi dengan mudah dapat menangkapnya setelah satu tahun menghilang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau