SAMARINDA, SENIN — Harga kebutuhan pokok di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, melonjak menjadi lebih mahal daripada harga normal. Harga naik terkait tersendatnya kelancaran lalu lintas di jalan darat dan cuaca buruk di laut.
Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Kabupaten Berau Mappasikra mengatakan itu saat dihubungi dari Samarinda, Senin (23/2). Sayur-sayuran, minyak goreng, dan beras untuk kebutuhan warga Berau dipenuhi oleh pasokan dari Surabaya, Jawa Timur, dan Samarinda, ibu kota Kaltim. Barang dari Surabaya didatangkan dengan kapal.
Menurut Bupati Berau Makmur HAPK, ada empat sampai lima kapal dari Surabaya sandar di Berau setiap minggu. Kapasitas kapal yang sandar ialah 5.000 ton barang.
''Namun, ketika cuaca buruk, pasokan barang cuma bisa lewat darat yang bisa lumpuh ketika jalan rusak tidak bisa dilalui,'' kata Mappasikra.
Ruas jalan yang rusak yakni poros selatan Trans-Kalimantan dari Labanan, Berau, lewat Muara Wahau dan Sangatta, Kutai Timur, sampai ke Kota Bontang. Harga sayur, beras, dan minyak goreng di Berau lebih tinggi rata-rata Rp 3.000 daripada harga di Samarinda. Komoditas itu diangkut dari Samarinda lewat jalan darat sejauh hampir 500 kilometer.
''Ketika jalan rusak dan tidak bisa dilalui sayur menjadi busuk dan tidak bisa dijual sesampainya di Berau,'' kata Mappasikra. (BRO)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang