Harga Sembako di Berau Juga Melonjak

Kompas.com - 23/02/2009, 14:56 WIB

SAMARINDA, SENIN — Harga kebutuhan pokok di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, melonjak menjadi lebih mahal daripada harga normal. Harga naik terkait tersendatnya kelancaran lalu lintas di jalan darat dan cuaca buruk di laut.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Kabupaten Berau Mappasikra mengatakan itu saat dihubungi dari Samarinda, Senin (23/2). Sayur-sayuran, minyak goreng, dan beras untuk kebutuhan warga Berau dipenuhi oleh pasokan dari Surabaya, Jawa Timur, dan Samarinda, ibu kota Kaltim. Barang dari Surabaya didatangkan dengan kapal.

Menurut Bupati Berau Makmur HAPK, ada empat sampai lima kapal dari Surabaya sandar di Berau setiap minggu. Kapasitas kapal yang sandar ialah 5.000 ton barang.

''Namun, ketika cuaca buruk, pasokan barang cuma bisa lewat darat yang bisa lumpuh ketika jalan rusak tidak bisa dilalui,'' kata Mappasikra.

Ruas jalan yang rusak yakni poros selatan Trans-Kalimantan dari Labanan, Berau, lewat Muara Wahau dan Sangatta, Kutai Timur, sampai ke Kota Bontang. Harga sayur, beras, dan minyak goreng di Berau lebih tinggi rata-rata Rp 3.000 daripada harga di Samarinda. Komoditas itu diangkut dari Samarinda lewat jalan darat sejauh hampir 500 kilometer.

''Ketika jalan rusak dan tidak bisa dilalui sayur menjadi busuk dan tidak bisa dijual sesampainya di Berau,'' kata Mappasikra. (BRO)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau