Lagi, 73 Ekor Unggas Mati di Madiun

Kompas.com - 23/02/2009, 18:07 WIB

MADIUN, SENIN — Sebanyak 73 ekor unggas mati mendadak di RT 19 dan 20 RW 2 Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, dalam waktu lima hari terakhir karena virus H5N1 atau flu burung. Kejadian kematian ayam karena H5N1 ini merupakan kejadian keempat kalinya di Madiun selama 2009.

Sampai Senin (23/2), masih ada unggas milik warga yang mati karena virus tersebut. Unggas yang mati itu milik Maisinem sebanyak lima ekor dan milik Marno sebanyak dua ekor.

Rencananya besok (Selasa, 24/2), Dinas Peternakan akan menyemprotkan disinfektan di kandang-kandang unggas yang berada di radius 200 meter dari lokasi unggas yang mati karena virus H5N1. Hal ini dilakukan untuk mencegah semakin meluasnya penyebaran virus H5N1.

Menurut Kasubdin Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Madiun, drh Lilin Syarifah, kejadian kematian unggas karena virus H5N1 di Kresek ini merupakan kejadian keempat di Kabupaten Madiun sepanjang tahun 2009.

Lilin mengatakan, puncak kematian ayam karena virus H5N1 terjadi pada tahun 2007, di mana sebanyak 13.000 ekor unggas mati karena virus tersebut. Pada tahun 2008, jumlah kematian unggas karena H5N1 turun drastis. Tercatat hanya dua kali kejadian dengan jumlah unggas yang mati 50 ekor.

Namun, pada tahun 2009 ini jumlah kematian unggas karena H5N1 kembali meningkat. Kemunculan kembali virus yang bisa menular kepada manusia itu disebabkan perilaku peternak unggas skala kecil yang sulit mengubah kebiasaannya. Di antaranya, ayam dibiarkan berkeliaran di luar kandang, tidak menjaga kebersihan kandang, dan tidak memberikan vaksin AI secara rutin setahun sekali. "Padahal, peternak tinggal meminta saja vaksin ini ke dinas peternakan dan kami akan memberikannya gratis," ujar Lilin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau