MADIUN, SENIN - Masih banyaknya rumah yang belum ada jamban atau kalaupun ada jambannya tidak memenuhi syarat menjadi salah satu penyebab tingginya angka penderita diare di Kabupaten Madiun. Minimnya pengetahuan warga akan pentingnya jamban bagi kesehatan menjadi kendala utama.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Senin (23/2), tercatat ada sebanyak 46.622 rumah yang belum memiliki jamban. Sementara rumah yang sudah ada jamban tetapi kondisinya belum memenuhi syarat tercatat ada 31.426 rumah. Adapun rumah yang kondisi jambannya sudah memenuhi syarat sebanyak 91.582 rumah.
Kabid Pencegahan Penyakit dan Upaya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun Soelistyo Widyantono, mengatakan warga yang belum memiliki jamban di rumahnya, buang air besar sembarangan di sungai atau di pekarangan rumah.
Padahal hal ini, selain memunculkan bau tidak sedap, berpotensi menimbulkan penyakit diare, katanya. Ini terbukti dengan masih tingginya angka penderita diare di Madiun pada tahun 2008, yaitu mencapai 12.840 orang.
Begitupula rumah-rumah yang sudah ada jamban tetapi kondisinya tidak memenuhi syarat. Seringkali, warga hanya membuat lubang sedalam satu meter dan lebar satu meter untuk tempat buang air besar. Lubang ini lalu ditutup plastik atau anyaman bambu (gedek).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang