Gila, Kupon Dukun Ponari Dijual Rp 50.000

Kompas.com - 23/02/2009, 21:12 WIB

JOMBANG, SENIN — Praktik pengobatan Ponari siang tadi sudah mulai tertib dengan jadwal waktu yang lumayan ketat, yakni dimulai sekitar pukul 10.39, seusai Ponari pulang dari sekolah hingga selesai. Jumlah pasien pun dibatasi hingga 5.000 orang.

Namun, akibat kupon pengobatan yang dibatasi hanya 5.000 buah per hari, tak terelakkan muncul para calo yang memanfaatkannya demi keuntungan berlimpah. Para calo ini menjual kupon seharga Rp 30.000 hingga Rp 50.000 per lembar. Padahal jika membeli di panitia, harga kupon 'hanya' Rp 5.000 per lembar.

Sholikhin, dari Jember, mengaku mendapat kupon dari calo seharga Rp 30.000. "Ada juga orang yang bersamaan saya membeli seharga Rp 50.000," kata Sholikhin.

Menurut dia, kupon seharga itu terpaksa dibeli karena dia kehabisan kupon untuk pengobatan hari Senin kemarin. "Daripada menginap dan meninggalkan pekerjaan di rumah, lebih baik saya beli saja walaupun mahal," kata Solikhin yang mengaku mencarikan air bertuah Ponari untuk kesembuhan ayahnya yang menderita stroke. (sutono)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau