BATAM, SENIN — Sebanyak 30 persen penumpang pesawat Lion Air yang mendarat tanpa roda depan di Bandara Hang Nadim Batam stres hebat, tiga di antaranya dirawat di Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) Batam.
"30 persen penumpang stres, namun tidak ada yang cedera," kata Kepala Bandara Hang Nadim Batam, Razali Abubakar, saat konferensi pers di Batam, Senin (23/2).
Ia mengatakan, penumpang stres akibat pesawat bernomor penerbangan JT 972 berputar di udara hingga sedikitnya delapan kali sebelum mendarat tanpa roda depan.
Menurut dia, seluruh penumpang selamat karena tidak ada benturan keras yang membahayakan. Saat ini, selain tiga orang yang dirawat RSBK, penumpang lain dalam penanganan pihak Lion Air.
Pesawat yang dipiloti Anwar H itu membawa 162 penumpang dewasa dan anak-anak, serta enam kru pesawat. Pesawat dengan rute penerbangan Medan-Batam-Surabaya berputar di udara untuk menghabiskan bahan bakar sebelum mendarat darurat. "Pengurangan bahan bakar itu bertujuan menghindari percikan api saat pesawat mendarat darurat," katanya.
Sementara pesawat menghabiskan bahan bakar, pihak bandara mempersiapkan keamanan pendaratan darurat, termasuk pemadam kebakaran, mengantisipasi percikan api. "Alhamdulillah, semua bisa ditanggulangi sesuai prosedur. Tidak ada percikan api," kata Razali.
Menurut Razali, kemampuan pilot patut dipuji karena pesawat tidak menimbulkan percikan api meski pesawat harus mendarat tanpa roda depan. Sementara itu, menanggapi berulangnya kecelakaan di Bandara Hang Nadim, Razali mengatakan tidak akan mengubah citra bandar udara internasional itu. "Ini hanya insiden bukan kecelakaan," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang