Mohamed Disiksa ala Abad Pertengahan

Kompas.com - 24/02/2009, 00:03 WIB

LONDON,SENIN-Seorang pria yang menjadi inti dari kasus dugaan penyiksaan, Binyam Mohamed kembali ke Inggris setelah ditahan Amerika Serikat di Guantanamo sejak 2004.

Mohamed, warga Inggris yang berasal dari Ethiopia, melalui pengacaranya mengatakan dia disiksa dengan metode penyiksaan ala abad pertengahan.

Dia juga mengecam Inggris dengan mengatakan pihak yang ia harapkan menjadi penolong bagi dirinya justru bersekutu dengan tersangka pelaku penyiksaan.

Pemerintah Inggris sendiri menyambut baik pembebasan Mohamed. Pemerintah mengatakan ini adalah langkah pertama untuk mewujudkan keinginan Presiden AS Barack Obama menutup kamp tahanan Guantanamo.

"Jelas pembebasan Binyam Mohamed adalah pembebasan pertama dari kamp Teluk Guantanamo sejak terpilihnya Presiden Obama. Kami sangat menyambut komitmen Presiden Obama untuk menutup Guantanamo, dan saya akan lihat pembebasan Binyam Mohamed sebagai langkah pertama ke arah tujuan bersama itu," kata Menteri Luar Negeri Inggris, David Miliband.

Pemerintah Amerika mengatakan pembebasan Mohamed sesuai dengan kepentingan politik luar negeri Amerika dan sesuai dengan kebijakan kehakiman.

Mohamed ditahan di Pakistan pada April 2002. Ia kemudian dipindahkan ke Maroko dan Afganistan sebelum akhirnya dijebloskan ke kamp tahanan Guantanamo. Tahun lalu pengadilan Inggris menyimpulkan tuduhan penyiksaan yang dia lontarkan memang benar.

Putusan pengadilan itu juga mengecam peran yang dimainkan oleh dinas intelijen Inggris. Meski pengadilan menyatakan Mohamed dipandang sebagai ancaman keamanan, hakim menyatakan dinas intelijen Inggris tetap memberikan informasi kepada Amerika mengenai pria tersebut meski ada kekhawatiran soal perlakuan kasar terhadap dirinya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau