JAKARTA, SELASA — Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menyatakan, pemerintah tidak pernah menginstruksikan kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menggunakan dana operasional PLN. Disinyalir, PLN menggunakan dana operasional untuk membiayai proyek percepatan listrik 10.000 megawatt tahap pertama.
Hal tersebut disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro di sela acara Ozmine 2009 The 3rd Australian Mining Exhibition And Conference di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa ( 24/2 ).
"Kami tidak pernah memaksa PLN," kata Purnomo.
Purnomo mengakui pasokan listrik memang menemui masalah dalam beberapa waktu terakhir ini. Menurutnya, untuk mengatasi masalah tersebut, PLN tidak perlu menggunakan dana dari kantongnya sendiri.
"Untuk mengatasi masalah listrik jangka pendek ini, harus dihitung berapa besar dana yang dibutuhkannya, lalu silakan ajukan ke Menteri Keuangan," ujarnya.
Purnomo memaparkan, lambatnya pembangunan proyek listrik 10.000 MW ini bukan sepenuhnya salah PLN. Namun, karena masalah pendanaan yang tidak kunjung datang.
Meski ada kendala, Purnomo menargetkan pembangkit yang ada di Labuan, Rembang, serta Indramayu akan tetap beroperasi sesuai rencana.
"Untuk itu harus dicari sumber pendanaan lain. Sekarang memang krisis, tapi kan tidak semuanya krisis," tuturnya.
Purnomo mencontohkan, negara Timur Tengah dapat menjadi investor.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang