DPR: Program Alokasi Stimulus Tak Penuhi Kriteria

Kompas.com - 24/02/2009, 15:15 WIB

JAKARTA, SELASA — Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menilai program yang diajukan pemerintah untuk pengalokasian stimulus fiskal tidak memenuhi kriteria.

"Ada beberapa hal dari program itu yang belum memenuhi kriteria stimulus," kata Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR Suharso Manoarfa, di sela rapat Panja di DPR, Jakarta, Selasa (24/2).

Suharso mencontohkan, anggaran belanja langsung untuk dialokasikan tambahan belanja infrastruktur, Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan Balai Latihan Kerja (BLK) sebesar Rp 7,8 triliun, tidak akan menciptakan lapangan kerja sebanyak 2,4 juta, seperti pemaparan pemerintah.

"Kalau kita sisir 2,4 juta lapangan kerja itu ada 900.000-an tidak masuk tenaga kerja. Tapi hanya terkategori sebagai calon tenaker. Jangan jadi pidato politik," kata Suharso.

Selain itu, juga ada kategori sejumlah dana yang dikeluarkan, tetapi fungsinya hanya untuk percepatan sebuah pekerjaan. "Di sini pertanyaan, apakah dengan tambah pembayaran pekerjaan akan cepat," lanjutnya.

Lebih lanjut Suharso menegaskan agar penggunaan stimulus dapat diserap dan tidak menjadi Silpa. Menurutnya, bila ada anggaran yang tidak digunakan, maka Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang bersangkutan bisa mendapat pengurangan anggaran sejumlah yang tidak selesai.

"Memang masih wacana, tapi mungkin akan ada sanksi," tutur Suharso.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau