JAKARTA, SELASA — Komisi Pemilihan Umum curhat ke pimpinan redaksi (Pimred) media cetak dan elektronik di ibu kota. Pertemuan yang dibalut dengan tajuk Editor's Forum tersebut digelar di Hotel Nikko Jakarta, Selasa (24/2).
Di hadapan para Pimred tersebut, Ketua KPU Hafiz Ansyari yang didampingi komisioner Endang Sulastri menumpahkan seluruh unek-uneknya. Menurut guru besar IAIN Antasari Banjarmasin Kalsel itu mengatakan, KPU sudah berusaha sekuat tenaga untuk membuat pemilihan umum yang kurang 43 hari ini bisa berjalan lancar.
Bahkan, KPU terus mendesak dan mengawasi proses pencetakan surat suara hingga pendistribusian ke daerah-daerah. Dengan harapan perlengkapan pemilu tersebut cepat sampai di tujuan dan masyarakat optimistis pemilu bisa terselenggara dengan lancar.
"Siang malam kami berusaha. Tidak lain untuk kesuksesan pelaksanaan pemilu, mengingat untuk kepentingan dan masa depan bangsa," katanya.
Terkait munculnya informasi kesalahan cetak suara, menurut Hafiz, itu hanya bagian kecil. Karena sebanyak 40 persen surat suara yang terkirim, hanya beberapa daerah yang terjadi kesalahan.
"Memang kami juga tidak bisa melarang terkait berita yang muncul, baik maupun buruk. Tapi kami sangat berharap, media bisa menampilkan secara proporsional. Artinya, yang baik dan buruk juga harus ditampilkan. Dengan harapan masyarakat optimistis pemilu bisa berjalan dengan lancar," pintanya.
Oleh karena itu, lanjut dia, peran media massa baik cetak maupun elektronik sangat penting karena sangat menyentuh terhadap lapisan masyarakat. Hal ini mengingat media selain memiliki jaringan yang luas, juga sangat peka terhadap semua persoalan yang timbul. Dengan begitu, bisa dengan cepat teratasi.
"Kami berharap ada masukan dari para pimpinan media masa agar pemilu bisa berjalan lancar dan sukses," pintanya. (coi)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang