Saat Krisis, Mitsubishi Justru Menaikkan Target Penjualan

Kompas.com - 24/02/2009, 17:57 WIB

JAKARTA, SELASA — Tak ada pilihan bagi para produsen mobil di Indonesia, datangnya badai krisis ekonomi global membuat mereka terpaksa menurunkan target penjualan untuk 2009. Termasuk induk organisasinya, Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) memasang target tertinggi 450.000 unit, turun sekitar 30 persen dari total penjualan 2008. 

Namun, tidak demikian dengan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB). Agen tunggal pemegang merek Mitsubishi di Indonesia ini justru menantang kelesuan pasar mobil di Tanah Air dengan menaikkan target market. Bila tahun lalu meraih market share sebesar 14,4 persen, tahun ini ditingkatkan menjadi 15 persen dari total yang sudah ditetapkan Gaikindo.

Keberanian KTB menaikkan target bukan tanpa alasan. "Memang, sejak Oktober sampai sekarang, krisis ekonomi global masih terus berlangsung. Tapi, kondisi yang dialami Indonesia masih lebih baik ketimbang di Amerika maupun Eropa," jelas Fumio Kuwayama, Presiden PT KTB, dalam acara Media Gathering Mitsubishi di Arcadia, Jakarta, Selasa (24/2). Tahun ini, lanjutnya, semua (merek) bisa berkompetisi di pasar Indonesia.

Sementara itu, Marketing Director PT KTB Rizwan Alamsjah lebih melihat pada hasil pencapaian tahun lalu. "Hasil yang telah dicapai sangat memuaskan kami karena beberapa target berhasil terpenuhi. Terutama di kendaraan komersial, meski banyak kompetitor datang, kami masih menjadi market leader," sebut Rizwan.

Sebagai catatan, dari total penjualan mobil 2008 yang mencatat angka tertinggi 607.000 unit lebih, Mitsubishi menduduki posisi kedua dengan merebut 14,4 persen atau sebanyak 87.524 unit. Jumlah itu naik 42 persen dibanding 2007 yang meraih total 61.548 unit.

Yang lebih meyakinkan Rizwan kalau KTB berani menaikkan target setelah melihat performa penjualan pada Januari 2009. "Kondisinya tidak terlalu turun sekali. Dari total penjualan Januari 2009, Mitsubishi meraih 15 persen," ujar Rizwan.

Dari persentase itu, bukan tidak mungkin Mitsubishi bisa melampaui targetnya. Sebabnya, jika bisa mempertahankan peraihan 15 persen dari total penjualan setiap bulannya, berarti sampai akhir tahun penjualannya bisa menembus di atas 60.000 unit. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau