Lahar Dingin Gunung Kelud Isolasi 8 Dusun

Kompas.com - 24/02/2009, 20:22 WIB

MALANG, SELASA - Hujan deras yang terjadi seharian sepanjang Semin (23/2) lalu telah mengakibatkan terjadinya banjir bandang lahar dingin Gunung Kelud di Sungai Lumbang, wilayah Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, banjir menyebabkan putusnya satu-satunya akses jalan menuju ke lima dusun di Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.

Di desa Pagersari pada saat bersamaan, longsor mengakibatkan terputusnya jalur jalan menuju tiga dusun, melumpuhkan kegiatan masyarakat dan ekonomi kawasan setempat lumpuh. Akibatnya, delapan dusun di lokasi berdekatan kini dalam keadaan terisolasi.

Keterangan yang didapat dari Kepala Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Sakirman, di lima dusun yang terisolir ada sekitar 600 kepala keluarga (KK). Jembatan Dusun Munjung, satu-satunya jembatan dan jalan yang menghubungkan kawasan itu dengan jalur jalan raya provinsi Malang Pujon Ngantang Kasembon Pare Kediri diterjang bebatuan, pasir, dan air dari Sungai Lumbang, bersumber dari arah timur aliran lahar dingin Gunung Kelud yang memasuki Kabupaten Malang.

Sungai di jembatan Munjung itu kini menjadi sungai yang tak lagi di aliri air, karena aliran air bergeser sekitar seratus meter di sebelahnya, menjadi sungai baru. Tidak dilaporkan adanya korban jiwa, namun belasan hektar sawah yang baru saja ditanami rusak berat diterjang banjir pasir, lumpur dan bebatuan dengan diameter 2-3 meter. Tebal lapisan pasir kini mencapai sekitar dua meter di atas tanah asalnya.

Kelima dusun yang kini terisolasi, Dusun Sedawan, Klangon, Munjung, Pait dan Putut. Ekonomi warga setempat yang berpenghasilan sebagai peternak susu sapi perah terganggu, karena truk susu tidak meintas. Demikian juga lalu lintas warga pekerja pabrik rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) Sampoerna yang dikerjasamakan dengan KUD Ngantang, terputus.

"Anak-anak sekolah tidak bisa melintas, sementara buruh pabrik rokok terpaksa menginap di rumah sanak saudara di Kecamatan Ngantang, sekitar 5 km ke arah jalan raya, karena tidak mungkin melintasi jembatan yang kini dipenuhi air," kata Sakirman.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau