JAKARTA, RABU — Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan penurunan asumsi pertumbuhan ekonomi hingga 4,5 wajar bila dibandingkan negara lain. Pasalnya, saat ini dampak ekonomi global sudah mulai terasa.
"Siklus ke bawah sudah jadi keniscayaan. Dunia tidak lagi krisis ideologi. Sudahlah sekarang ekonomi lagi nyungsep. Revisi growth 4,5 persen, saya tidak malu menurunkan growth, coba lihat seluruh dunia minusnya seberapa dalam?" ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani pada sambutannya di BUMN Breakfast Meeting di Wisma Antara, Jakarta, Rabu (25/2).
Menkeu mengaku outlook ekonomi Indonesia akan terkena imbas. Di mana ekspor dan impor turun, serta capital market turun. Untuk itu, kata Menkeu, pihaknya akan menjaga BUMN dan memonitor exposure utang sehingga tidak menimbulkan efek negatif.
Dalam sambutannya, Menkeu juga mengatakan agar BUMN mampu bertahan dalam kondisi krisis. Dalam jangka waktu satu tahun ke depan, dia meminta agar BUMN memahami kondisi saat ini karena kondisi APBN juga sedang sulit.
"Pada saat pasar global tidak berfungsi dengan baik, jangan pikir Anda saja yang menghadapi masalah soal kurs. Saya juga pusing soal kurs terutama kepada APBN. Jangan datang ke saya tahun ini dengan memelas," ujar Menkeu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang