Pemenang Kontrak Subtradingkan Pengadaan Alat Depkes

Kompas.com - 25/02/2009, 15:16 WIB

JAKARTA, RABU — Komisi Pemberantasan Korupsi menduga PT Kimia Farma Trading men-subtrading-kan pengadaan alat kesehatan di Departemen Kesehatan kepada dua perusahaan. Salah satu perusahaan itu adalah PT Bhineka Usada Raya yang digeledah Selasa (24/2) malam.

"Sebenarnya yang mendapat kontrak pengadaan tahun 2007 adalah PT Kimia Farma Trading yang merupakan anak perusahaan PT Kimia Farma. Tapi ternyata dia men-subtrading-kan ke dua perusahaan lain," ujar Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan, Chandra M Hamzah, Rabu (25/2).

Menurut Chandra, terjadi penggelembungan harga pada alat kesehatan yang diperuntukkan untuk daerah tertinggal di Indonesia tersebut. Selain itu, proyek tersebut diduga menggunakan anggaran tambahan Depkes 2007.

Chandra mengatakan, spesifikasi alat kesehatan yang diadakan tidak cocok untuk dibagikan ke daerah terpencil. Daerah terpencil, lanjutnya, tidak memerlukan spesifikasi seperti itu. "Kalau spesifikasi seperti itu, biasanya di rumah sakit besar," lanjutnya.

Chandra juga menduga ada pemberian uang (kick back) dalam proyek tersebut. "Ke siapanya? Belum lah," kata dia.

Pada hari ini, tim penyidik KPK melanjutkan penggeledahan ke rekanan Departemen Kesehatan, di Jalan Pemuda 101, Rawamangun, Jakarta Timur, hari ini. "Saya baru datang di Jakarta, tadi malam. Saya diberitahu kemarin dilakukan penggeledahan di Jakarta Timur. Tadi pagi saya ketemu penyidik, katanya hari ini dilanjutkan lagi," ujarnya.

Sementara untuk pengadaan pada tahun 2005 adalah pengadaan obat-obatan. Chandra mengatakan modusnya hampir sama dengan kasus pengadaan 2007. Sementara itu, KPK belum bisa menyebut jumlah kerugian negara karena masih dalam proses penghitungan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau