JAKARTA, RABU — Krisis ekonomi dunia yang menghantam perekonomian Indonesia ternyata dinilai sangat menguntungkan pemerintah incumbent. Paket stimulus ekonomi sebesar Rp 73 triliun yang diluncurkan untuk mengantisipasi krisis merupakan langkah politis yang menguntungkan bagi kubu SBY dan Partai Demokrat. Hal ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Syaiful Mudjani dalam diskusi bertajuk "Pemilu 2009: Konsolidasi Politik Menghadapi Krisis Ekonomi Dunia" di Jakarta, Rabu (25/2).
Menurut Syaiful, dampak krisis sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, jika pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan khusus yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat, tentu akan menimbulkan sentimen negatif kepada pemerintah. "Oleh karena itu, keputusan pemerintah mengeluarkan kebijakan paket stimulus yang sangat besar menunjukkan bahwa pemerintah punya kepedulian dan kemampuan untuk mengatasi krisis," ujar Syaiful.
"Kebetulan pula, di mata masyarakat, yang dimaksud dengan pemerintah adalah Presiden SBY dan Partai Demokrat," lanjutnya.
Berdasarkan survei LSI, 65 persen masyarakat dinilai mengetahui bahwa krisis sedang terjadi di Indonesia, tetapi sekitar 90 persen dari jumlah tersebut tidak percaya bahwa pemerintah sanggup mengatasinya. Tentu saja, menurut Syaiful, diturunkannya paket stimulus dapat mencairkan keyakinan masyarakat tersebut. "Apalagi disebut paket stimulus tersebut dapat menyerap sekitar 2,5 juta tenaga kerja," tandas Syaiful.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang