JAKARTA, RABU - Sepekan menjelang turnamen bulutangkis Super Series All England, juara Olimpiade Athena Taufik Hidayat memfokuskan latihannya pada persiapan fisik.
"Sekarang lebih banyak persiapan fisik karena saya sempat tidak latihan sama sekali selama sekitar dua bulan usai mengikuti Final Super Series (Desember 2008)," ujar Taufik di sela-sela latihan di GOR Bhanthong di Cijantung Jakarta Timur, Rabu (25/2).
Serjak akhir Januari lalu, Taufik Hidayat sudah resmi keluar dari pelatnas Cipayung setelah bergabung selama 12 tahun.
Menurut pelatih Taufik, Mulyo Handoyo, latihan fisik juga dilakukan di GOR tersebut, yang sudah disewa selama satu tahun oleh Taufik, termasuk untuk latihan lari dan angkat beban.
Taufik pernah menjadi finalis All England pada 1999 dan 2000. Ia masih berharap dapat memenangi gelar juara turnamen tertua tersebut, termasuk tahun ini setelah ia absen pada 2005-2007.
Tahun lalu, Taufik tersingkir di perempatfinal setelah kalah dari pemain Malaysia Lee Chong Wei. Pada turnamen tahun ini, Taufik berpeluang jumpa lagi dengan pemain nomor satu dunia itu di semifinal.
Meski demikian, langkah unggulan ketujuh itu untuk sampai ke babak empat besar tidak mudah. "Sejak babak pertama lawannya sudah sulit," kata pebulutangkis peringkat tujuh dunia yang tahun lalu meraih satu gelar di Macau Terbuka.
Pada babak pertama All England, Taufik akan menghadapi pemain Taiwan Hsieh Yu Hsin yang mengalahkan pemain pelatnas Sony Dwi Kuncoro di perempatfinal Malaysia Super Series.
Jika berhasil mengatasi Hsieh, juara dunia 2005 itu akan bertemu Chetan Anand dari India atau Andrew Smith dari Inggris pada babak 16 besar. Ia juga berpeluang bertemu unggulan keempat Peter Gade atau Simon Santoso di perempatfinal.