Pembangunan Rusunawa Hanya Capai 51 Persen

Kompas.com - 25/02/2009, 20:24 WIB

SOLO, RABU - Pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang ditargetkan mencapai 60.000 unit, pada akhir tahun 2009 paling banyak hanya akan mencapai 51 persen. Program ini dimulai tahun 2004 dan akan berakhir pada tahun 2009.

Sampai tahun ini sudah terbangun 79 twinblock di seluruh Indonesia, belum termasuk 52 twinblock yang dibangun oleh Ditjen Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum . Sampai akhir tahun 2009 kira-kira akan tercapai 51 persen dari keseluruhan target pembangunan rusunawa, kata Menteri Negara Perumahan Rakyat Yusuf Asyari usai peletakan batu pertama rusunawa mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Rabu (25/2).

Yusuf mengatakan, kendala terbesar program ini adalah terbatasnya anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Sementara pemerintah daerah baru sedikit saja yang bersedia mengalokasikan APBD-nya untuk pembangunan rusunawa. Pembangunan satu twinblock rusunawa membutuhkan dana Rp 10 miliar. Satu blok terdiri dari 98 unit. Pembangunan rusunawa sejauh ini merambah kota-kota yang terdapat universitas, pemukiman kumuh, dan industri.

Program ini sangat tergantung anggaran. Dalam konteks target pembangunannya, kemampuan APBN masih sangat kecil sehingga target belum tercapai, kata Yusuf.

Hingga saat ini, baru dua daerah yang mengal okasikan APBD-nya untuk pembangunan rusunawa, yakni Provinsi DKI Jakarta dan Kepulauan Riau. Menurut Yusuf, pengalokasian APBD untuk pembangunan rusunawa terkait masalah politik.  

APBN dan APBD itu masalah politik. "Kalau usulan pemerintah belum disetujui DPR/DPRD, usulan anggarannya kan tidak bisa disetujui," kata Yusuf.

Tahun ini, pemerintah mengalokasikan dana Rp 2,5 triliun untuk subsidi perumahan. Untuk tahun program 2009, dikatakan Yusuf, pihaknya juga mendorong bank BUMN selain BTN untuk menjadi pelaksana bank pelaksana KPR bersubsidi.

"Kami meminta Bank BUMN mengalokasikan sejumlah tertentu, misalnya 10 pesen total portofolio investasinya untuk KPR bersubsidi," katanya.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau