NEW YORK, KAMIS - Harga minyak melonjak di atas 42 dollar AS per barrel setelah laporan yang dikeluarkan oleh pemerintah AS menunjukkan kenaikan terhadap permintaan bensin dan inventaris minyak mentah tidak mengalami kenaikan seperti diduga semula. Kontrak pengiriman minyak mentah light, sweet untuk April meningkat 2,54 dollar AS serta ditutup pada 42,50 dollar AS per barrel di bursa komoditas New York Mercantile Exchange.
Phil Flynn, seorang analis Alaron Trading Corp. mengatakan penurunan harga gas ritel yang dikombinasikan dengan laporan Departemen Energi AS bahwa permintaan produk ini meningkat telah memicu pialang untuk menyuntikkan dana lebih besar ke saham minyak mentah. "Posisi tawar- menawar disukai oleh pialang. Saat mereka melihat harga komoditas jatuh, mereka menaikkan tawarannya," kata Flynn. "Konsumen lebih banyak menghabiskan pengeluarannya pada bensin," tambahnya.
Badan Informasi Departemen Energi AS melaporkan inventaris bensin AS menurun hampir 2 persen untuk laporan mingguan yang berakhir 20 Februari. Seorang analis Stephen Schork menjelaskan produksi bensin meningkat pekan lalu ke angka rata-rata 8,9 juta barrel per hari saat pelaku pasar mengambil keuntungan dari kondisi pasar yang terseret oleh kejatuhan harga minyak mentah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang